Umat Hindu melakukan ritual Melasti yakni pensucian diri, sedagkan 'Ogoh-ogoh' atau Raksasa yang melambangkan nafsu jahat manusia di PAI Tegal, Senin 15 Maret 2010. (FT: Johari)
PanturaNews (Tegal) – Rangkaian Hari Raya Nyepi, umat Hindu Tegal melakukan ritual Melasti atau pensucian diri di Pantai Alam Indah (PAI) Tegal, dipimpin Panindita Suharto, Senin 15 Maret 2010. Dalam ritual Melasti, disertai Ogoh-ogoh atau sosok raksasa yang melambangkan nafsu kejahatan. Serta pengambilan ‘Tirta Panghukatan’ atau air suci yang diambil dari air laut, guna mensucikan jasmani dan rohani.
Menurut Panindita Suharto, ritual Melasti merupakan pensucian diri sebelum umat melaksanakan pengundahan Catur Brata (empat keinginan) diantaranya Amati Geni yakni melakukan puasa tidak menyalakan api dan tidak tidur. Amati Karya, tidak melakukan aktifitas atau pekerjaan. Amati Lelungan, tidak bepergian dan Amati Lelungan tidak menikmati hiburan. Kecuali sedang sakit atau sedang merawat orang sakit serta ibu-ibu yang mempunyai anak kecil. “Jadi tidak semua dipukul rata harus melakukan amati, masih ada pengecualian” kata Paninda Suharto.
Acara nyepi sendiri dimulai, Selasa 16 Maret 2010 pukul 05.00 WIB hingga Rabu 17 Maret 2010 pukul 05.00 WIB. “Hari raya nyepi berlangsung satu hari satu malam, tanpa melakukan apapun hanya meditasi atau semedi,” tegasnya.
Sementara menurut Ketua Parisada, I Gusti Nyoman Sujana kepada PanturaNews, Hari Raya Nyepi tepat pada hari ‘Tilem Kesongo’ bulan Wuku atau bulan mati, di mana saat itu gelap gulita. Sebelum melaksanakan nyepi, terlebih dahulu dilakukan ritual Melasti yakni mensucikan jasmani dan rohani. Setelah itu melakukan sembahyang di Pura Segara Suci.
Sedangkan Ogoh-ogoh atau Butakala adalah melambangkan energi negatif di diri manusia. Energi negative itu bisa bermanfaat jika dipadukan dengan energi postif. “Contohnya listrik kalau hanya postif tidak bisa menyala dan tentunya tidak bermanfaat, tapi kalau dipadukan negative dan positif ia akan menyala, dan tentunya bermanfaat untuk manusia,” terang Nyoman.
Lebih lanjut kata Nyoman, pada Hari Raya Nyepi tahun 2010 ini, mengambil tema ‘Tri Hitakarunia’ yakni tiga manfaat yaitu menuju Kota Tegal yang bersih, sehat dan cerdas.