Senin, 15/03/2010, 13:04:00
Pelayanan Listrik di APJ PLN Pekalongan Dikeluhkan Pelanggan
AZ-Agus Zahid

Ilustrasi

PanturaNews (Kajen) - Pelayanan PT (PLN) Area Pelayanan Jaringan (APJ) Pekalongan dikeluhkan banyak pelanggan. Pasalnya, listrik di daerah Kajen, Kedungwuni, Buaran Kabupaten Pekalongan dan beberapa tempat lainnya sering padam tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Bahkan pemadaman mendadak itu kadang terjadi di malam hari sekitar pukul 23.00 - 24.00 WIB.

“Disini (Kajen-red) listrik sering padam, bahkan kadang malam hari, kita terus terang kecewa, apalagi kami punya anak kecil,” ujar Hartini, warga Perum Kajen, Kabupaten Pekalongan, Senin 15 Maret 2010 pukul 11.30 WIB.

Pemadaman listrik yang sering terjadi itu, anehnya tak mempengaruhi pengurangan terhadap rekening pembayaran. Padahal, dalam bulan Februari lalu lebih dari 5 kali padam, dan rata-rata pemadaman hampir satu jam. Namun, pembayaran listrik setiap bulannya tetap berkisar antara Rp 70.000 sampai Rp 80.000 seperti dalam kondisi normal. “Saya juga heran kenapa listrik sering padam, tapi pembayaran listrik setiap bulan tetap,” lanjut Hartini.

Hal yang sama dikatakan Solehan, warga Sapugarut Buaran. Menurutnya, pemadaman listrik yang secara tiba-tiba merusak beberapa alat-alat elektronik seperti teve, vcd dan alat-alat lain-lain. Karena arus listrik yang mengalir ke alat-alat elekrtonik itu tidak normal. “Kami juga banyak mendapat keluhan, karena alat-alat elektronik mereka terancam rusak,” katanya.

Begitu juga dengan Barkah, warga Warungasem, Kabupaten Batang. Dikatakan, pengusaha komveksi maupun rental komputer banyak yang mengeluh karena pemadaman listrik yang sering terjadi secara tiba-tiba. Padahal, mereka selalu tepat waktu dalam pembayaran listrik setiap bulanya. “Saya juga banyak keluhan mengenai hal ini, kami minta pihak terkait memberikan masukan kepada PLN,” pinta Barkah.

Sementara Manager APJ Pekalongan, Isdenta Sinorat ketika dikonfirmasi mengatakan,  jika pada bulan Januari dan Februari 2010 lalu sering terjadi angin kencang, sehingga banyak pohon yang mengenai aliran listrik. Pada saat itu pembangkit listrik di Torok kekurangan pasokan, sehingga terjadi pembagian aliran. Akibtanya, beberapa daerah terpaksa dipadamkan untuk pemerataan. “Yang jelas sebagian masih berlangsung pemeliharaan sehingga listrik terpaksa dipadamkan, disamping karena adanya hal yang tak terduga,” terangnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita