Senin, 19/10/2020, 13:54:06
Tim Resmob Polres Brebes Tangkap Komplotan Pembobol Minimarket
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Tiga tersangka spesialis pembobol mini market yang berhasil ditangkap tim Resmob Pilres Brebes (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Tim Resmob Satreskrim Polres Brebes, Jawa Tengah, berhasil menangkap tiga penjahat spesialis pembobol minimarket yang kerap beroperasi di wilayah hukumnya dan empat kota lainnya.

Polisi terpaksa melumpuhkan komplotan penjahat ini dengan timah panas, karena melawan dan berusaha melarikan diri saat ditangkap.

Ketiga pelaku yang sebelumnya telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) jajaran Polres Brebes tersebut, diringkus tempat berbeda, salah satunya di Jakarta.

Mereka yakni, Suparhan (41) warga Kota Pekalongan, Slamet Susanto (41) warga Kabupaten Pemalang dan Ajung Toni (40) warga Kabupaten Tegal. Terakhir, tiga tersangka tersebut beraksi membobol sebuah minimarket di Kecamatan Bumiayu, Brebes.

Kini, ketiga pelaku tersebut telah diamanakan di rumah tahanan Mapolres Brebes.

"Ketiga pelaku ini merupakan residivis dalam kasus yang sama, ujar Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto dalam konferensi pers di Mapolres Brebes, Senin 19 Oktober 2020.

Menurut Gatot, dalam aksinya, pelaku masuk melalui atap dengan cara menggunting kawat duri dan memotong atap seng. Setelah berhasil masuk, kawanan mereka mengambil sejumlah barang seperti rokok, kosmetik dan lainnya.

"Setelah berhasil, para pelaku ini kabur ke Jakarta untuk menjual barang hasil curian," terang Gatot.

Selain di Brebes, lanjut Gatot, pelaku juga melancarkan aksinya di beberapa daerah lainnya. Di antaranya, di Kabupaten Kendal, Banjarnegara, Pemalang dan Pekalongan.

"Dari lima daerah ini, pelaku sudah melancarkan aksinya sebanyak 16 kali. Khusus di Brebes, pelaku mengaku baru enam kali," ungkap Gatot.

Dari para tersangka tersebut, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu unit kendaraan roda empat yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya. Satu buah tali yang digunakan memanjat, lima buah handphone, dua buah kunci dan tiga karung untuk membawa hasil curiannya.

Sementara itu, salah seorang pelaku Ajung Toni di hadapan penyidik mengaku, sudah melancarkan aksinya sebanyak belasan kali. Hasil kejahatan itu, kemudian kami jual ke Jakarta.

"Barang curian ini, kami jual ke Jakarta. Kurang lebih dapat empat jutaan setiap aksinya," pungkasnya.

Atas perbuatannya itu, para pelaku di jerat pasal 363 Ayat 1, 3,4 dan 5 KUHP, dengan ancaman kurungan penjara selama sembilan tahun. (Ed/ZM)


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita