Pengunjuk rasa melakukan orasi di lokasi jalan longsor jalur Ciregol (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Sejumlah aktivis LSM, menggelar aksi unjuk rasa menuntut dilakukannya penyodetan Sungai Glagah yang menjadi penyebab longsornya bahu jalan nasional ruas Jakarta-Brebes-Purwokerto, tepatnya di jalur Ciregol, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa 20 Mei 2014.
Pada aksi yang digelar di lokasi jalan yang longsor itu, pengunjuk rasa mendesak segera dilakukan normalisasi alur Sungai Glagah dengan penyodetan untuk menyelamatkan badan jalan. Kondisi badan jalan saat ini hanya dapat dilewati satu aruh secara bergantian.
"Badan jalan Ciregol ini terancam putus, kalau kondisi ini dibiarkan tanpa ada normalisasi Sungai Glagah dan juga Sungai Pedes karena akan tergerus dan amblas," kata Mahfudin salah satu kordinator aksi.
Penanganan jalan Ciregol selama ini dinilai pengunjuk rasa tidak menyelesaikan masalah, bahkan terkesan untuk pekerjaan tahunan. Penanganan hanya oleh Bina Marga sementara penyebab kerusakan jalan akibat gerusan aliran sungai.
"Kerusakan Ciregol ini juga tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) karena akibat aliras sungai," kata Untung Imam Subagyo, salah satu pengunjuk rasa.
Pengunjuk rasa yang terdiri dari gabungan para aktivis LSM di Kabupaten Brebes, diantaranya Masyarakat Jaga Kali (Masjaka) dan Masyarakat Jaga Gili (Masjali) menilai normalisasi Sungai Glagah dan Sungai Pedes yang mengapit jalan Ciregol harus segera dilakukan. Tanpa normaslisasi kedua sungai itu jalur Ciregol tidak akan pernah beres dan bahklan akan putus.
"Normaslisasi Sungai Glagah dan Sungai Pedes adalah harga mati dan harus dilakukan oleh BBWS," tegas Hada, salah stau orator pada aksi itu.
Menanggapi desakan para pengunjuk rasa, Kasi Pengendalian dan Pendayagunaan Balai Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Pemali-Comal, Sukamta ST MT mengatakan, pada tahun 2014 ini telah dianggarkan untuk kegiatan detail design untuk penanganan Sungai Glagah dan Sungai Pedes sepanjang 30 kilometer.
"Tahun ini akan dilakukan detail design dan tahun depan baru akan dilakukan kontruksinya," katanya.
Dalam melakukan aksinya pengunjuk rasa mengusung beberapa poster bertuliskan desakan penganganan Ciregol, juga melakukan aksi teatrikal dengan menyeret mobil mainan dan berebut jalan. Aksi unjuk rasa mendapat sempat mendapat perhatian dari para pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut. Pengawalan dan pengamanan cukup ketat juga dilakukan oleh personil dari Polres Brebes.