Senin, 19/05/2014, 10:36:12
Athoilah: NU Brebes Akan Dirikan Perguruan Tinggi
-Laporan Takwo Heriyanto

Atho disela-sela kegiatan Peringatan Isro Miroj Nabi Muhammad (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Ketua Tanfidziyah Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatu Ulama  (NU) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, H Athoillah SE Msi mengatakan program-program NU yang saat ini tengah dilakukan, sangat membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat dan umat Islam. Langkah-langkah NU berusaha untuk memberikan jalan yang terbaik untuk warganya, dan jalan baik tersebut adalah jalan yang menuju ke surga.

Atho juga mengajak kepada para Nahdliyin agar gemar berjariyah. Apalagi NU Brebes akan mendirikan Perguruan Tinggi yang tentunya sangat membutuhkan dana besar. Potensi umat sangat luar biasa bila didayagunakan dan telah terbukti.

“NU memiliki gedung, pengajiannya lancar dan bangunan tempat ibadahnya bagus-bagus karena atas gotong royong dari jariyah umat,” ujar Atho disela-sela kegiatan pengajian Kitab Mafahim dan Peringatan Isro Miroj Nabi Muhammad SAW di Desa Ketanggungan, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Minggu 18 Mei 2014.  

Wakil Bupati Brebes Narjo, yang dalam kesempata tersebut hadir mengaku sangat bangga dengan semangat Nahdliyin dalam menyelenggarakan pengajian. Termasuk untuk mengunjungi pengajian juga dengan dana sendiri tanpa di suruh-suruh. “Semangat luar biasa ada di dada Nahdliyin dan tidak ada bandingnya,” puji Narjo yang  juga Pengurus PC Ansor Brebes.

Pengajian rutin tiap ahad pahing itu dihadiri dan memberikan tausiyah Rois Syuriyah PC NU Brebes KH Aminudin Mashudi, para pengurus MWC baik dari jajaran Tanfidziyah maupun syuriyah dan ribuan Nahdliyin Kecamatan Ketanggungan.

Sementara, Wakil Rois Syuriyah Pengurus Cabang (PC) NU Kabupaten Brebes Syeh sholeh Basalamah dalam pengajiannya menyampaikan Nahdliyin (warga NU) diminta untuk istiqomah (teguh hati) dalam beribadah. Pasalnya, banyak tawaran menggiurkan yang kelihatan manis tetapi sesungguhnya menyesatkan. Bila gampang sekali tergoda, maka kehancuran hidupan didunia maupun akherat akan menimpanya.

Banyak sekali panggilan-panggilan menggiurkan dari berbagai arah. Bisa saja dari kiri datangnya dari kaum Yahudi, dari kanan kaum Nasrani dan dari belakang kaum majusi. Mereka berusaha berusaha menggelincirkan aqidah, namun tidak di sadari. Kalau tidak waspada dan istiqomah maka akan sangat merugikan aqidah dari generasi ke generasi.

Menurutnya, Allah SWT telah memberi kenikmatan yang sangat banyak sehingga kita tidak sanggup menghitungnya. Namun kita tidak pandai bersyukur akibatnya ketika ditimpa pilek saja yang Cuma dua hari langsung memaki-maki yang Maha Kuasa.

“Terlalu banyak nikmat yang kita dapat dari Sang Kuasa, tetapi kadang kita lalai dan tidak sedikit yang berpaling,” kata Syeh Sholeh yang juga pengasuh pondok pesanteren Darussalam Jatibarang Kidul, Brebes.

Padahal kalau kita pandai bersyukur, kenikmatan akan makin bertambah-tambah dan akan terangkat derajatnya menjadi mulia. Mensyukuri nikmat, ditandai dengan selalu menjalankan ibadah. Kemampuan yang dimiliki didayagunakan semaksimal mungkin dan tidak pantang menyerah.

“Kalau kita hanya sekadar beribadah Makdloh (wajib) saja. Maka diibaratkan baru menyetor modal dan belum ada untungnya,” papar Syeh Sholeh.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita