Unicef Indonesia saat mendukung perencanaan helper chart dan helper book (Foto: Takwo Heryanto)
PanturaNews (Brebes) - Unicef Indonesia mendukung perencanaan pendataan imunisasi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dengan memperkenalkan helper chart (kartu bantu yang ditempel di tembok) dan helper book (buku bantu). Itu menyusul adanya kegiatan yang diawali dengan assesment beberapa Puskesmas yang dikunjungi, antara lain Puskesmas Wanasari, Klikiran, Buaran dan Bantarkawung.
Kegiatan assement ini selama 4 hari (5-9 Mei 2014) dengan menghadirkan kepala puskesmas, juru imunisasi, bidan desa yang cakupan imunisasi bagus dan bidan desa yang cakupan imunisasi jelek. Tujuan model ini adalah untuk pengelompokkan data bayi berdasarkan usia, tidak kelebihan dan kekurangan vaksin, kader tahu bayi siapa yang diimunisasi pada saat itu, memudahkan undangan keluarga yang memiliki bayi agar dihadirkan dalam imunisasi.
Konsultan Unicef Perwakilan Jawa-NTB-Bali untuk Imunisasi, dr. Wibowo, MPH mengungkapkan, data di Kohort ibu dan balita yang ditemukan rata-rata dimasukkan tidak diurutkan berdasarkan usia, tapi lebih pada pencatatan yang hadir.
Disisi lain, bidan desa kesulitan untuk ketepatan akurasi balita mana yang diimunisasi sesuai dengan imunisasi yang diterima. "Ini disebabkan karena belum dikelompokkan berdasarkan urut usia, dan ada inkonsistensi data dinas, puskesmas dan bidan desa," ujar Wibowo, Kamis 8 Mei 2014.
Hal senada juga di ungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Brebes yang diwakili oleh Kasi Imunisasi H. Syaefudin. Menurutnya, uji petik Unicef dengan memperkenalkan helper chart dan helper book imunisasi ternyata sangat bagus. Pihaknya akan sepakat untuk tahun 2014 di terapkan di semua puskesmas, karena sangat terukur dan memudahkan validasi laporan akhir tahun dengan akurat.
Sebagaimana diketahui, Helper Chart dan Helper Book Imunisasi awalnya dikembangkan Unicef pada tahun 2011 dengan lokasi di Jawa Timur (Jatim) di 4 Kabupaten dengan sample masing-masing 2 puskesmas. Hasilnya sangat bagus karena ada 5 hal keuntungan.
Lima hal keuntungan itu, satu, anak-anak dapat imunisasi tepat waktu, kedua petugas imunisasi mudah mencari anak-anak dalam pemberian imunisasi sesuai umurnya, ketiga bisa mengakomodir pendatang musiman dan pergi, keempat perencanaan vaksin lebih tepat sebelum ke posyandu, kelima penggerakan masyarakat oleh kader lebih spesifk.