Pemain Persab dan Bandung FC rebutan bola dalam laga kompetisi Divisi Tiga Nasional U-21 (Foto: Takwo Heryanto)
PanturaNews (Brebes) - Persab Brebes, Jawa Tengah, berhasil mengalahkan Bandung Barat FC, Jawa Barat pada laga perdana babak paly off putaran dua kompetisi Divisi Tiga Nasional U-21 Liga Indonesia, di Stadion Karangbirahi Brebes, Jumat 27 Desember 2013 sore.
Dalam laga yang ditonton oleh ribuan orang dari Kota Brebes dan sekitarnya ini, pasukan Laskar Jaka Poleng, julukan Persab, berhasil meraih tiga poin setelah menaklukkan tim tamunya tersebut dengan skor 3-1.
Di babak pertama Persab selaku tuan rumah kebobolan terlebih dahulu lewat tendangan mendatar pemain Bandung Barat, Jujun Junaedi di menit keenam, sehingga skor 0-1. Namun, tuan rumah behasil menyamakan kedudukan lewat tendangan penyerang Persab, Dwi Candra Rukmana di menit 43, dan skor berubah menjadi 1-1. Hingga turun minum skor tak berubah.
Memasuki babak kedua, tepatnya di menit 75, skuad Persab besutan Edy Prayitno berhasil memetik gol kedua. Gol kedua yang dilesatkan ke gawang lawan dihadapan Saber Mania supporter Persab ini, diciptakan oleh tendangan keras Diaz Ustiko di pojok kiri gawang lawan, setelah mendapat umpan dari Dwi Candra Rukmana.
Dengan demikian, skor berubah menjadi 2-1. Namun, sebelum gol kedua yang diciptakan oleh Diaz Ustiko, tuan rumah mendapat hadiah penalti setelah kiper lawan Rizky Fawuzy, menjatuhkannya di kotak terlarang.
Sayangnya, Diaz yang melakukan eksekusi ke gawang lawan dapat digagalkan oleh salah satu pemain yang dipercaya menjadi kiper, karena Rizky, selaku kiper utama yang sebelumnya mendapat kartu kuning di babak pertama, melakukan pelanggaran terhadap Diaz di menit 81. Sehingga wasit yang memimpin jalannya pertandingan yang berlangsung seru ini, memberikan akumulasi satu kartu kuning lagi (merah) terhadap Rizky.
Meskipun peluang gol tersebut dapat digagalkan, namun tuan rumah akhirnya kembali mencitapkan gol. Gol ketiga ini, berhasil diciptakan oleh Cipto Fery di menit penambahan waktu dua menit, yakni menit 91, sehingga skor berubah lagi menjadi 3-1 untuk Persab. Hingga, penambahan waktu habis skor tetap 3-1.
Pelatih Bandung Barat FC, Iman Suherman, saat dikonfirmasi usai pertandingan, menuduh kalau kekalahan timnya atas tuan rumah karena dirugikan banyak wasit. Padahal menurutnya, anak-anak asuhnya bermain dengan imbang terhadap tuan rumah.
"Tim kami kalah karena banyak keputusan dari wasit yang merugikan kami. Padahal kami bermain imbang dengan tuan rumah," katanya.
Meskipun dia menilai banyak keputusan wasit yang merugikan timnnya, namun kekalahan timnya tetap ia terima walaupun kecewa. "Tapi mudah-mudahan besok Sabtu melawan Assyabab Bangil Pasuruan, Jawa Timur bisa menang, walaupun tidak ada harapan untuk lolos putaran tiga nasional," ungkapnya.
Asisten Pelatih Persab Brebes, Andreas Tri Widagdo, meski banyak peluang gol yang bisa diciptakan oleh anak-anak asuhnya, namun patut bersyukur dengan kemenangan di laga perdana play off ini.
"Tapi, kami masih akan melakukan evaluasi kembali agar lebih maksimal di laga berikutnya yang terakhir melawan Assyabab Bangil Pasuruan, Jawa Timur pada Minggu 29 Desember 2013. Sebab, kami ingin membawa Persab bisa lolos ke Divisi Dua Nasional," tuturnya.
Ketua Umum Persab Brebes, Heri Fitriansyah mengatakan, meski timnya menang di laga perdana play off ini, pihaknya berharap timnya dibawah pelatih Edy Prayitno ini, bisa bermain lebih maksimal dilaga terakhir agar berhasil meraih juara play off dan maju ke putaran tiga nasional yang akan di gelar pada 7 Januari 2014 mendatang.
Sementara itu, salah satu perwakilan tim dari Badan Liga Sepak bola Amatir Indonesia (BLAI), Dessy Arfiyanto saat dikonfirmasi terkait peryataan pelatih Bandung Barat FC yang menyatakan, bahwa banyak keputusan wasit yang merugikan timnya hingga mengalami kekalahan atas tau rumah (persab), menurutnya pertandingan sudah berjalan sesuai aturan.
"Saya rasa tadi melihat dari awal sampai akhir pertandingan, wasit sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai aturan (fair)," singkatnya.