Pengurus Muhammadiyah hadir pada Pengajian Jumat Kliwonan di Bumiayu (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Penerapan pendidikan dengan pemahaman syariat agama yang baik, akan menjadi dasar pada pengelolaan lembaga pendidikan dengan konsep ajaran Islam yang akan kembali dibangun di Kota Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tepatnya dibelakang Masjid Agung Baiturrohim Bumiayu, Dukuh Kauman RT 03 RW 01 Desa Bumiayu.
Sarana pendidikan di atas lahan seluas 3700 meter persegi, segera dimulai pembangunan yang dikelola oleh Pegurus Ranting Muhammadiyah (PRM) Bumiayu. Sumber dananya merupakan wakaf dari seorang pengusaha sukses dengan anggaran mencapai Rp 15 Milyar.
"Kami mendapat wakaf dari pengusaha yang tidak mau disebutkan namanya. Wakaf untuk sarana pendidikan berupa tanah dan bangunan lengkap," ujar bagian wakaf PRM Bumiayu, H Warsikun Hasan kepada PanturaNews.Com, Jumat 27 Desember 2013.
Menurutnya, pendidikan yang akan dibangun ini nantinya melengkapi pendidikan yang telah dikelola oleh PRM Bumiayu, yakni Taman Kanak-kanak (TK) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Akan dibangun sekolah SMP atau Tsanawiyah dan Aliyah dengan konsep pendidikan sesuai ajaran Islam.
"Kita akan selenggarakan pendidikan terpadu dari TK, MI sampai Aliyah yang konsepnya sesuai ajaran Islam," kata Warsikun.
Dikatakan, penyelenggaraan pendikan nantinya akan mengutamakan pada kemampuan anak dalam pemahaman agama serta ilmu-ilmu umum lainnya. Hafalan Alquran dan pengetahuan ilmu-ilmu keagamaan menjadi prioritas dalam pendidikan ini.
"Kita akan selenggarakan pendidikan yang nantinya lulusan Aliyah itu dapat hafal Alquran minimal lima juz," ucap Warsikun.
Selain itu, dalam sistem pembelajarannya nantinya juga ada pemisahan kelas antara kelas putra dengan kelas putri. Pemisahan kelas antara putra dan putri itu sesuai ajaran agama sekaligus menanamkan ajaran tentang tatacara pegaulan lawan jenis pada generasi muda.
"Penerapan pendidikan dengan pemahaman syariat agama yang baik akan jadi dasar pengelolaan nantinya," ungkap Warsikun.
Rencana pendirian lembaga pendidikan itu mulai disosialisasikan kepada masyarakat, diantaranya melalui kegiatan pengajian Jumat Kliwonan yang digelar di atas tanah yang akan dibangun sekolah tersebut. Pengajian dengan menghadirkan pembicara H Ahmad Kifni dari pengurus Muhammadiyah Banyumas.
"Pengajian Jumat Kliwonan ini sudah rutin, saat ini kami laksanakan di lahan yang akan dibangun sekolah sekaligus untuk sosialisasi," tutur Warsikun.
Diantara ribuan peserta pengajian yang hadir nampak, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Brebes, H Mualim Hartono dan beberapa Pengurus Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Bumiayu.