Umat Kelenteng Tek Hay Kiong Kota Tegal mempersiapkan tandu yang akan diarak ke luar. (FT: Johari)
PanturaNews (Tegal) – Pada perayaan Cap Go Meh atau hari ke-15 Tahun Baru Imlek 2561, Kelenteng Tek Hay Kiong Jalan Gurame, Kota Tegal, Jawa Tengah, mengarak 11 Kongco (Patung Dewa), ditambah lagi Kongco dari daerah lain seperti Losari, Kuningan, Brebes, Indramayu dan Semarang. Kongco diarak selam dua hari Sabtu- Minggu 27-28 Pebruari 2010 mulai pukul 14.00 WIB, namun sebelumnya disembahyangkan di Pelabuhan Tegal. Arak-arakan Kongco itu diharapakan agar Dewa memberikan berkah kepada umat.
Menurut suhu Lie Li Cung, 11 Kongco yang diarak itu diantaranya Kongco Tek Hay Cin Jin (tuan rumah), Ceng Gwa Cin Kung, Hok Tek Ceng Sin, Hian Tian Siang Te, Kwan Sing Te Kuan, Hok Tek Ceng Sen, Sing Lung Tai Te. Maco Tian Ho Seng Bo dan Kwan Im Do Sat. Sedangkan untuk Kongco Tek Hay Cin Jin ada dua yakni patung besar dan kecil. Begitu juga Konco Ceng Gwan Cen Kun ada dua yakni patung lama dan baru.
Suhu Lie Li Cung menegaskan, Kelenteng Tek Hay Kiong dalam acara kirab gotong Toa Pe Kong selama dua hari yakni Chia Gwee Cap Shi dan Chia Gwee Cap Go. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal telah ditetapkan sebagai ‘Agenda Wisata Religi’. Dengan arak-arakan itu banyak wisatawan dari luar kota yang datang ke Kota Tegal untuk menyaksikan Toa Pe Kong. Hal itu mengakibatkan penginapan atau hotel-hotel menjadi ramai oleh pelancong. Serta tempat hiburan dan makanan khas Tegal juga ikut ramai.
Perlu diketahui, Perayaan Cap Go Meh juga dikenal sebagai acara pawai menggotong joli Toapekong untuk diarak keluar dari Kelenteng. Toapekong (Hakka = Taipakkung, Mandarin = Dabogong) berarti secara harfiah eyang buyut untuk makna kiasan bagi dewa yang pada umumnya merupakan seorang kakek yang udah tua. “Da Bo Gong” ini sebenarnya adalah sebutan untuk para leluhur yang merantau atau para pioner dalam mengembangkan komunitas Tionghoa. Jadi istilah Da Bo Gong itu sendiri tidak dikenal di Tiongkok.