Bersama warga, anggota TNI melakukan karya bhakti memperbaiki jalan Cilibur yang longsor (FT: Abu Aliya)
PanturaNews (Paguyangan) - Warga Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kaabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis 25 Februari 2010 siang bersama personil TNI dari Koramil se-Brebes bagian Selatan, melakukan kerja bhakti memperbaiki jalan longsor. Lokasi perbaikan di Blok Beran ruas jalan kabupten penghubung utama Desa Cilibur dengan kota kecamatan setempat.
Kepala Desa Cilibur, Sukirno mengatakan, badan jalan aspal longsor ke jurang sedalam 15 meter pada pekan lalu yang mengakibatkan badan jalan menyempit. Jalan selebar tiga meter itu longsor sepanjang 15 meter dan lebar 1,5 meter. "Badan jalan tinggal 1,5 meter sehingga kendaraan roda empat sulit melewatinya," ujarnya.
Warga memperlebar jalan dengan membeli tanah milik warga, yang sumber dananya berasal dari swadaya. Sementara bagian yang longsor ditimbun dengan karung yang diisi tanah. "Warga swadaya membeli tanah untuk memperlebar badan jalan dan bagian yang longsor ditimbun," tutur Sukirno.
Dikatakan, perbaikan dengan dibantu personil TNI dan Polsek Paguyangan, dilakukan secara darurat guna mencegah terjadinya longsor susulan. "Ini jalan utama dan satu-satunya yang bisa dilewati degan kendaraan roda empat," ucap Sukirno.
Sementara itu, Komandan koramil Paguyangan, Kapten Inf Iskandar mengatakan, personil TNI yang diterjunkan membantu warga meperbaiki jalan longsor sebanyak 40 anggota, merupakan gabungan dari enam personil dari enam Koramil yang ada di Brebes bagian selatan. "Ini kegiatan karya bhakti membantu warga dari enam koramil," katanya.
Menurutnya, karya bhakti merupakan kegiatan rutin anggota TNI untuk membanti warga yang mengalami kesulitan, terutama penangana darurat terhadap bencana alam. "Setiap terjadi bencana alam kami selalu terjun membantu warga," ujarnya.
Selain anggota TNI, sebanyak enam anggota dari Polsek Paguyangan juga ikut membantu warga memperbaiki jalan. Kerja bhakti dilaksanakan hingga sore dan selama itu hanya kendaraan roda dua yang bisa lewat. "Untuk kendaraan roda empat tidak bisa lewat selama beberapa jam," tutur Tarno salah satu warga.