Banjir di Grobogan menggenangi ratusan rumah warga
PanturaNews (Semarang) - Hujan yang kembali mengguyur sejak beberapa hari lalu, mengakibatkan sungai-sungai meluap dan membanjiri beberapa wilayah di Jawa Tengah. Posko PB (Penangulangan Bencana) PMI Provinsi Jawa Tengah, melaporkan bahwa banjir melanda Kabupaten Grobogan, Demak dan Kudus sejak Senin 08 April 2013.
Di Grobogan, banjir merendam ratusan rumah di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Purwodadi yaitu Desa Banaran, Desa Karanganyar, Desa Kedungrejo, Desa Putat, Desa Candi Sari, Kelurahan Kuripan Bagian Timur.
Di Kecamatan Tawangharjo meliputi Desa Mayahan, Desa Pulorambe dan Desa Jono. Serta Kecamatan Wirosari meliputi Dusun Nglejok dan Desa Sambirejo. Hingga Selasa 09 April pagi, puluhan warga masih mengungsi di rumah tetangga dan rumah kepala desa yang aman dari banjir.
PMI Kabupaten Grobogan telah membantu evakuasi warga bersama BPBD dan SAR. PMI juga menyiapkan dapur umum, sembako, tikar dan baby-kit. Selain merendam rumah, luapan sungai juga merendam ratusan hektar sawah, dan mengancam tanaman petani.
“Pagi ini warga yang mengungsi telah kembali ke rumahnya, karena ketinggian air sudah surut,” ungkap Komandan KSR PMI Grobogan, Marten Krisando, Rabu 10 April 2013.
Di Kabupaten Demak, tanggul Sungai Wulan di Desa Mijen, Kecamatan Mijen, jebol hingga 50 meter, mengakibatkan air sungai mengalir ke jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Demak dan Kabupaten Jepara. Akibatnya, jalan ditutup mulai dari Mijen, Demak hingga Welahan, Jepara.
“Lalu lintas ditutup karena tidak dapat dilalui kendaraan sama sekali. Selain itu arusnya juga deras, sehingga berbahaya jika nekat melintas,” terang relawan PMI Demak, Sukoarum saat membantu evakuasi warga.
Menurutnya, banjir besar itu telah diketahui warga. Sebab, air sungai merembes dari tanggul yang kritis pada Selasa sore. Warga pun mengungsi sambil menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat aman.
Luapan air Sungai Wulan juga mengakibatkan banjir di Dusun Karangturi, Desa Setro Kalangan, Kecamatan Kaliwungu. Menurut Staf PB PMI Kudus, Daryanto, sejak Selasa ada beberapa rekahan di bantaran sungai. “PMI telah menyiapkan lokasi pengungsian dan peralatan dapur umum, berkoordinasi dengan BPBD untuk mengantispasi warga yang mengungsi,” ujarnya.
Ditambahkan, air menggenangi jalan utama desa mencapai 50 cm, sehingga akses jalan desa menuju dusun tertutup. PMI melakukan assesmen/pendataan untuk bisa memberikan bantuan yang dibutuhkan warga.
(Kiriman: M. Nashir Jamaludin - PMI Provinsi Jawa Tengah)