Jumat, 05/04/2013, 09:28:38
Dewi: Salut Kejujuran TNI AD Soal Kasus Cebongan
REST-Laporan SL Gaharu & Riyanto Jayeng

DR. Dewi Aryani, M.Si,

PanturaNews (Jakarta) - Anggota DPR RI yang juga Duta Universitas Indonesia (UI) untuk Reformasi Birokrasi Indonesia, DR. Dewi Aryani, M.Si, memberikan apresiasi terhadap kejujuran dan keterbukaan TNI AD dalam menyikapi hasil investigasi Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman pada 23 Maret 2013 lalu.

“Namun demikian keterbukaan ini jangan berhenti sampai disini. Harus dilanjutkan dengan keterbukaan dalam proses peradilan para pelaku, sehingga masyarakat mengetahui semua proses keadilan yang secara obyektif dan jujur ditegakkan,” ujar politisi PDI Perjuangan ini saat dihubungi melalui telephon, Jumat 05 April 2013 pagi.

Menurutnya, kejujuran dan keterbukaan TNI AD menjadi jejak awal, bahwa proses reformasi birokrasi di lingkungan TNI AD dimulai dengan sikap jujur, terbuka dan berani mengambil resiko.

“Akan menjadi momen bagus bagi TNI dalam memulai proses pembenahan di dalam birokrasinya, termasuk pembenahan dan peningkatan kemampuan prajurit dalam bidangnya,” ucap Dewi.

Diberitakan, penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman pada 23 Maret 2013 lalu oleh 11 oknum TNI AD yang menewaskan empat tahanan, menggunakan enam senjata api.

Ketua Tim Investigasi TNI AD, Brigjen Unggul Yudhoyono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 04 April 2013 menyebutkan, 6 senjata yang dipakai untuk menyerang Lapas Cebongan antara lain 3 jenis senjata AK47, 2 pucuk AK47 replika dan satu pucuk pistol sig sauer replika. Menurut Unggul, tiga pucuk senjata api AK47 tersebut dibawa dari pelatihan di Gunung Lawu.

Dia membeberkan aksi penyerangan Lapas Cebongan pada pukul 11.15 itu dilakukan oleh 11 oknum anggota Kopassus yang terdiri dari 1 eksekutor berinisial U, 8 orang pendukung dengan menumpangi 2 unit kendaraan, masing-masing Toyota Avanza biru dan APV hitam. Terdapat dua orang anggota di dalam mobil Feroza yang hendak mencegah aksi penyerangan tersebut.

Sementara diberitakan sebelumnya, Ketua Tim Investigasi dari TNI AD terkait penyerangan LP Cebongan, Brigjen TNI Unggul Yudhoyono, mengakui bahwa oknum Grup II Kopassus Kartosuro adalah pihak penyerang empat tahanan terkait pembunuhan Serka Santoso.

"Bahwa secara kesatria dan dilandasi kejujuran serta tanggung jawab, serangan LP Cebongan, Sleman, pada 23 Maret 2013 pukul 00.15 WIB diakui dilakukan oleh oknum anggota TNI AD, dalam hal ini Grup II Kopassus Kartosuro yang mengakibatkan terbunuhnya empat tahanan," kata Wakil Danpuspom TNI AD Brigjen Unggul K Yudhoyono, yang juga ketua Tim Investigasi kasus tersebut di Mabes TNI AD, Jakarta, Kamis.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita