Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Nasib tragis yang dialami para Tenaga Kerja Wanita (TKW) maupun Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Kabupaten Brebes, antara lain akibat rendahnya kualitas TKW, seperti pengetahuan budaya, bahasa, ketrampilan dan lainnya.
"Meski diakui devisa yang dikirim ke Brebes cukup besar, tapi kita harus lebih selektif dalam mengirim TKW maupun TKI ke luar negeri,” kata Bupati Brebes, Jawa Tengah, Hj. Idza Priyanti, SE, Kamis 21 Maret 2013.
Menurutnya, akan berakibat buruk pada TKW itu sendiri bila yang dikirim melalui rekomendasi Dinsosnakertrans, adalah tenaga yang tidak berkualitas. Karena itu, pihaknya meminta agar Dinsosnakertrans bisa lebih selektif dalam mengirimkan TKW maupun TKI.
Pemahaman bekerja di luar negeri, kata Idza Priyanti, harus dijelaskan secara gamblang akan peluang dan tantangan yang nantinya dihadapi para pekerja. Untuk itu, pembekalan yang matang harus terus diupayakan.
Selain itu, peran Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) dalam mendidik TKW maupun TKI juga menjadi tanggung jawabnya. Sebab pemberangkatan TKW mayoritas melalui jasa PPTKIS.
Sementara, Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disduknakertrans Pemkab Brebes, Wiryawa Hadi SH, mengatakan para TKW asal Kabupaten Brebes mayoritas berpendidikan rendah dan mayoritas bekerja di sektor informal, seperti Pembantu Rumah Tangga (PRT).
Menurutnya, sampai akhir tahun 2012 telah memberangkatkan TKI sebanyak 1945 dan yang berpendidikan Sarjana hanya satu orang. Terbanyak berpendidikan SD sebanyak 1.027 orang, SMP (777) orang, dan SMA 140 orang.
“Yang bekerja di sektor informal sebanyak 1697 sedangkan disektor formal hanya 248 orang saja,” urai Wiryawa.