Rabu, 20/03/2013, 05:48:13
Keluarga Belum Tahu Karni Divonis Hukuman Mati
-Laporan Takwo Heriyanto

Orang tua Karni, Medi Tarsim menunjukkan foto anaknya (Foto: Dok)

PanturaNews (Brebes) - Keluarga Tenaga Kerja Wanita (TKW) Karni Bin Medi Tarsim, asal RT: 04 RW: 04 Desa Karangjunti, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, belum tahu Karni divonis mati Pengadilan Negeri Arab Saudi. Keluarga hingga saat ini masih menunggu kabar kepastian dari pihak-pihak terkait. 

"Kami masih menunggu. Sudah lama tidak ada kabar, tapi kami sekeluarga pernah dapat kabar kalau Karni akan pulang di bulan 3 (Maret) tahun ini," kata Rasti, kakak sulung Karni saat dikonfirmasi dikediamannya didampingi orangtuanya, Medi Tarsim, Rabu 20 Maret 2013.

Entah dari mana sumber kabar pernyataan Karni akan pulang di bulan Maret tahun 2013, manakala kabar dari Madinah justru menyatakan pahlawan devisa asal Brebes ini, divonis mati pada tahapan sidang yang belum tuntas di Pengadilan Arab Saudi.

Terkait dengan surat-surat dari pemerintah, sebagai bukti atas bantuan hukum ataupun komunikasi dengan mereka. Namun jawaban dari Rasti, bahwa surat-surat yang ada kaitannya dengan Karni sudah dibawa 2 laki-laki utusan ibu Kades ke Jakarta.

Memang akhir tahun kemarin, lanjut Rasti, adalah waktu dimulainya rasa debar panjang, semua kerabat. Sampai saat ini masih menunggu kejelasan nasib Karni. Yang diingat dari Rasti dan Ibunya adalah ucapan Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Muhaimin Iskandar saat temui mereka beberapa waktu yang lalu.

"Bapak menteri pernah bilang Karni akan kembali ke rumah," tutur Rasti berkaca-kaca.

Namun, dirinya masih ingat betul pembicaraan terakhir dengan Karni. Waktu itu hari Kamis tanggal 27 bulan 9 (September 2012), Karni menelpon aku, dia berbicara singkat tak seperti biasanya.

“Dalam pembicaraan lewat telepon yang singkat itu, Karni bilang, malam Jumat saya mau disidang. Terus aku tanya, kenapa?,” tanya Rasti.

Jawab Karni: "Nggak tahu, sidangnya hari Jumat entar pagi,”. Aku tanya lagi: "Kenapa Ni?. Kemudian telepon mati, pembicaraan terhenti," papar Rasti.

Meski begitu, orang tua Karni, Medi Tarsim tetap berkeyakinan bahwa anaknya (Karni) kena musibah, dan akan pulang tahun ini.

 Sementara, Kepala Desa Karangjunti, Raudloh mengatakan, pemerintah desa belum mengetahui info vonis mati terhadap warganya itu.

"Minggu kemarin, pihak Kementerian Luar Negeri menyampaikan bahwa kasus Karni belum masuk persidangan. Mereka hanya minta nomor telepon keluarga Karni. Belum ada kabar terbaru lainnya," terang Raudloh.

Diketahui, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia berinisial KMT yang divonis mati di Pengadilan Negeri Arab Saudi, lantaran dituduh memenggal anak majikannya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita