Rabu, 13/03/2013, 08:32:15
Golput Tinggi, Guru Diberi Sosialisasi Pilkada
-Laporan Riyanto Jayeng

Guru PKn tingkat SMA/SMK se-Kota Tegal mengikuti sosialisasi Pemilihan Gubernur (Foto: Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Sejumlah guru pengampu pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tingkat SMA/SMK/MA se-Kota Tegal, Jawa Tengah, mengikuti sosialisasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2013 di Kantor KPU setempat, Rabu 13 Maret 2013. Kegiatan tersebut ditengarai tingginya angka Golput pada Pilgub di beberapa daerah di Indonesia.

Ketua KPU Kota Tegal, Drs Saefudin Zuhri mengatakan, sosialisasi tersebut dilakukan, agar para pemilih mengetahui secara pasti kapan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) berlangsung. Hal ini dimaksudkan, agar nantinya angka Golput dapat diminimalisir. “Beberapa elemen masyarakat, mulai dari RT, RW, organisasi wanita hingga guru kami rangkul, untuk diajak bersama-sama mensosialisasikan pelaksanaan Pilgub Jateng 2013,” ujarnya.

Saefudin mengatakan, seperti yang diketahui bersama, pelaksanaan Pilgub Jabar dan Pilgub Sulawesi Selatan, sebagian hasil pemilihan, masih terdapat angka golput. Hal tersebut, memang menjadi momok yang tidak diinginkan pada Pilkada Jateng. Bahkan, sosialisasi tersebut rencananya akan berlangsung hingga akhir Maret 2013.

Ditambahkan oleh Saefudin, diharapkan dengan sosialisasi tersebut, akan meningkatkan partisipasi pemilih dan mengurangi angka golput. Bahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan ulang terkait Daftar Pemilih Sementara (DPS). Hasil sementara, masih banyak dijumpai nama pemilih yang masih tercantum, namun tidak memenuhi syarat.

“Ada DPS yang kami periksa, ternyata nama yang tercantum orangnya sudah meninggal. Meskipun masih minim, namun kami akan berupaya untuk terus melakukan pencocokan data agar nantinya benar-benar valid,” ujarnya.

Sementara, Divisi Sosialisasi KPU Kota Tegal, Saefur Rokhim menuturkan, angka golput di Kota Tegal pada Pilgub Jateng 2008 mencapai 30 persen. Dari angka tersebut, mayoritas banyak pemilih yang belum mengetahui pelaksanaan Pilgub.

Untuk itu, lanjut dia, saat ini KPU tengah gencar melakukan sosialisasi, agar angka golput dapat diminimalisir. Terlebih untuk pemilih yang saat ini masih berada di luar kota. “Pilgub 2008, dari 100 pemilih, hanya 70 persen saja yang menyumbangkan suaranya. Sedangkan 30 persen golput. Utamanya untuk warga Kota Tegal yang memiliki usaha di luar daerah dan juga nelayan yang masih berada di laut,” ujarnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita