Gubernur Jawa Tengah silaturahmi dengan para pedagang bakso, mie ayam dan petani bawang (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) – “Kami mohon pak Gubernur bisa menyampaikan ke pemerintah pusat agar bisa membatasi kuota bawang merah impor, sehingga harga bawang merah bisa stabil, baik saat ada panen raya maupun saat stock bawang merah kurang‘‘.
Demikian keluhan petani yang disampaikan saat Silaturahmi Gubernur Jawa Tengah (Jateng), H. Bibit Waluyo dengan para pedagang bakso, mie ayam dan para Petani Bawang di Desa Sigentong, Kabupaten Brebes, Jumat 22 Februari 2013. Hadir dalam acara ini Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti SE beserta pejabat dilingkungan pemerintah Provinsi Jateng.
Brebes sebagai wilayah pemasok bawang merah terbesar di Indonesia 60% kebutuhan bawang merah nasional dipasok dari Brebes, memang sangat bergantung pada kebijakan impor Bawang merah yang dibuat oleh pemerintah pusat. Harga bawang merah bisa melambung tinggi saat stok menipis namun juga bisa terjun bebas ke harga terendah, bahkan terkadang sampai petani mengalami gulung tikar saat ada panen raya.
“Saya secara khusus sudah menyampaikan pada Menko Ekonomi pak Hatta Rajasa, soal Impor dan ketentuan harga bawang merah ini dan menurut beliau, saat ini pemerintah pusat sedang menyusun aturan tentang pembatasan impor bawang merah dan penetapan harga eceran bawang merah, agar tidak merugikan para petani. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama aturan itu bisa ditetapkan,“ ujar Gubernur.
Lebih jauh Gubernur menyampaikan pemerintah Propinsi Jateng saat ini juga sedang melakukan kajian mendalam tentang budidaya udang vaname. Jenis udang ini diyakini tahan terhadap serangan penyakit. Udang ini disiapkan sebagai diversifikasi usaha tambak selain bandeng dan nantinya diharapkan bisa dikembangkan dan dibudidayakan oleh para petani tambak.
“Udang vaname iki masih dalam masa percobaan, kita masih budidayakan di wilayah Rembang, lha nanti kalau memang baik dan memiliki nilai ekonomis tinggi, kita akan kembangkan di seluruh wilayah Jawa Tengah,” kata Gubernur.