Jumat, 08/02/2013, 10:17:42
Ridho Fauzi, Bocah Usia 3,5 Tahun Hanya Makan Beras
Pemalang-Muhammad Ridwan

Ridho Fauzi dalam pangkuan neneknya bersama Kadus I Pangkah saat makan beras (Foto: Ridwan)

PanturaNews (Pemalang) - Agak aneh terdengar di telinga, jika umumnya seorang bocah lebih cenderung makan nasi layaknya anak normal lainnya, tapi berbeda dengan Ridho Fauzi, bocah laki-laki berusia 3,5 tahun selama kurang lebih dua tahun hanya makan beras sebagai makanan pokoknya.

Menurut penuturan neneknya, Warti (65) saat ditemui Panturanews, Kamis 7 Februaari 2013 di rumahnya RT.06 RW.01 Dusun Pangkah, Desa Kendaldoyong, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, keanehan cucunya itu terjadi sejak ada hajatan di rumahnya, yaitu saat kakak keduanya dikhitan. Umumnya yang terjadi di daerah pedesaan, setiap hajatan baik pernikahan maupun khitanan banyak tetangga, kerabat, saudara datang untuk menjenguk (kondangan). Saat itulah di rumah banyak beras berada di ruang kamarnya.

“Melihat banyak beras, dianggapnya sebuah makanan. Karuan saja benda kecil berwarna putih itu dimakan, hingga akhirnya terbawa dan menjadi kebiasaan sampai sekarang,” kata Warti.

Secara fisik tidak ada tanda keanehan yang terjadi pada bocah ragil dari 3 bersaudara pasangan Riyanto dan Anisah tersebut. Pertumbuhannya normal bahkan kalau dilihat tampak sehat, lincah seperti kebanyakan anak se usianya.

Ditanya apakah tidak ada gangguan dalam pencernaannnya, Anisah, ibu bocah itu menjawab dengan enteng bahwa selama ini tidak ada masalah. "Sempat diperiksa di Puskesams, juga sehat-sehat saja dan tidak ada masalah," ucap Anisah. 

Sementara itu Kepala Desa Kendaldoyong, Kuslantasi melalui Kadus I Pangkah, Untung mengatakan, keanehan warganya tersebut baru diketahui sejak semalam, bahkan baru saat itu pihaknya datang ke rumah menemani dan mengantar media yang melakukan peliputan. "Ibu Kades juga sepertinya belum menjenguknya," kata Untung. 

Warga Pangkah yang menurut keterangan Kadus penduduknya berjumlah sekitar 3 ribuan itu, merupakan penduduk dengan mata pencaharian yang berbeda-beda. Petani, pegawai, pedagang bahkan karyawan dan menjadi buruh pertanian.

Seperti yang terjadi pada keluarga Riyanto dan Anisah, karena urusan anaknya itu diserahkan kepada neneknya (Warti) sebagai orang yang merawat dan mengurusi anak, sehingga keanehan anaknya menjadi kurang diperhatikan.

Disampaikan, bahwa sehari-harinya Anisah adalah seorang buruh tani yang menanam (tandur) dan menyiangi rumput (matun) di sawah milik orang lain, sementara bapaknya sibuk kerja di luar. Karena kesibukan itulah sehingga perangai anaknya tidak sempat terkontrol, karena hanya diawasi oleh neneknya yang sudah berumur 65 tahun.

Saat ini Ridho Fauzi dengan santainya memakan beras layaknya anak makan nasi, bahkan sempat bercanda dengan rekan media sambil mengambil beras dari kaleng yang ia bawa.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita