Jumat, 08/02/2013, 10:12:20
Warga Resah, Isu Adanya Kolor Ijo Kembali Santer
Pemalang-Muhammad Ridwan

Ilustrasi

PanturaNews (Pemalang) - Isu adanya Kolor Ijo yang membuat resah warga kembali terjadi di Desa Kabunan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Pusat isu itu sendiri berada di wilayah RT 02 RW 12, RT 02 RW 11 dan RT 01 RW 12 desa setempat.

Keterangan salah satu warga yang tidak mau disebutkan identitasnya, bahwa kejadian yang sudah hampir dua hari itu cukup membuat resah warga. Apalagi komentar anak-anak kecil yang masih polos, kadang membuat miris bagi yang mendengarnya.

Menurut mereka dengan kepolosannya, katanya pernah melihat kolor ijo, tuyul atau sejenisnya yang mengganggu dan menteror warga. Karuan saja kejadian itu membuat sebagian warga percaya seratus persen, sehingga mereka sangat ketakutan, dan juga tidak sedikit ditanggapi sebagai salah satu isu saja yang tidak perlu dibesar-besarkan.

Kepala Desa Kabunan, Subagyo, Kamis 7 Februari 2013 menjelaskan, adanya isu itu dia tidak percaya sama sekali. Yang namanya manusia kadang membesar-besarkan mimpi dan membuat hal yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin, itu karena warga tersebut yang notabene SDM-nya rendah.

:Jika memang ada kan sampai sekarang korban dan pelakunya tidak pernah ada dan tertangkap, itu hanya akan menghilangkan atau mengurangi mental Islam warga saya,” cetusnya.

Terkait dengan isu itu, pihaknya akan meningkatkan segi keamanan, perangkat desa ditingkatkan untuk operasi di lingkungan masing-masing, mengadakan siskamling di setiap dukuh dan memaksimalkan pos yang sudah ada di tipa-tiap dukuh. Sementara ini pos kamling kurang tepat karena hanya digunakan oleh anak muda untuk sekedar nongkrong, belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai pos kamling.

Sedangkan untuk memback-up isu yang sudah terlanjur santer di pergunjingkan warga, pihaknya akan berupaya menggemborkan dan menyelesaikannya sendiri melalui pertemuan-pertemuan baik di RWT, Gapoktan pertemuan pada Jum'atan maupun pertemuan-pertemuan di tingkat warga lainnya.

“Isu yang sama sebelumnya juga pernah terdengar sebelum dia menjabat kepala desa, tapi tetap pada pendirinnya dia tidak percaya dengan adanya Kolor Ijo, Tuyul atau sebangsanya,” tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita