Bupati Brebes (kanan) saat berdialog dengan keluarga korban bencana longsor (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes, Jawa Tengah, Hj. Idza Priyanti, SE mengunjungi seluruh keluarga korban bencana tanah longsor di Dukuh Luwung, Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), yang terjadi pada Rabu 06 Februari 2013.
Bupati yang didampingi Asisten II Setda Brebes, Ir Moh Iqbal, Kepala Dinas Sosial Amin Budiarjo MPI, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Rais Khana MM, Dandim 0713 Abu Hanifah Nur dengan telaten mengunjungi keluarga korban satu persatu. Mereka diantaranya keluarga korban yang tewas Rapimah (40), Kasrap (65), Sungi (60), Sutar (50), Radun (65), dan Taryo (65),
“Yang sabar ya bu, musibah itu tidak bisa diminta ataupun di tolak. Semua kehendak Gusti Allah,” tutur Idza yang berusaha menenangkan seorang istri korban, Kamis 06 Februari 2013 dini hari.
Bupati berharap, agar seluruh keluarga korban agar tetap tabah dan bertawakal kepada Allah, karena dibalik bencana ini semua ada hikmahnya.
Dalam kunjungan tesebut, Kepala Dinas Sosial Kab Brebes Amin Budiarjo juga menyerahkan bantuan 7 paket makanan, 17 Dus Mie Instans, 3 Dus Sarden, 1 Dus Kecap dan 1 dus Sambal.
“Untuk korban yang meninggal dunia, akan diberikan santunan sebesar Rp 1 Juta sedangkan yang dirawat diberikan Rp 1,5 juta,” kata Amin.
Seperti diketahui delapan orang menjadi korban bencana tanah longsor yang terjadi di Dukuh Luwung, Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu 06 Februari 2013 sekira pukul 09.00 WIB. Lima orang masih tertimbun, satu orang ditemukan sudah tidak bernyawa dan dua orang luka-luka.
Korban yang tertimbun longsor merupakan petani yang sedang memanen jagung di ladang yang terletak di bawah lereng bukit kawasan hutan pinus milik Perhutani. Timbunan longsor mencapai setebal 4 - 5 meter, sehingga sangat menyulitkan upaya pencarian korban.
Longsor di perbatasan Desa Plompong Kecamatan Sirampog dengan Desa Cilibur Kecamatan Paguyangan itu, sebenarnya telah terjadi sejak Selasa malam 05 Februari 2013 dalam skala kecil.
Warga yang menjadi korban mengira tidak akan terjadi longsor susulan, sehingga paginya memanen tanaman jagung di ladang milik Taryo dan Kasrap yang keduanya menjadi korban longsor dan belum ditemukan.