Rabu, 05/12/2012, 10:42:54
17 Jiwa Calon Transmigran Diberangkatkan ke Kalbar
-Laporan Riyanto Jayeng

Calon transmigran asal Kota Tega menunggu angkutan di halaman kantor Dinsosnakertrans (Foto: Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Sedikitnya 17 jiwa dari 5 keluarga calon transmigran asal Kota Tegal, Jawa Tengah, siap bertolak ke Kalimantan Barat. Para calon transmigran tujuan Sungai Pelang, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) itu, sebelumnya akan dibekali pelatihan dari Balatrans dan Penca Disnakertranduk Provinsi Jawa Tengah di Semarang, bersama dengan calon transmigran lain dari Kendal dan Magelang selama beberapa hari sampai keberangkatan ke Kalbar pada 14 Desember 2012 mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tegal, Sumito SIP, Rabu 5 Desember 2012. 

Menurut Sumito, para calon transmigran yang siap diberangkatkan antara lain, Irdesta Pamungkas warga Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 23 RT 08 RW 03 Kelurahan Mangkukusuman, Paimin warga RT 8 RW 3 Kelurahan Mangkukusuman, Daripin warga RT 02 RW 03 Kelurahan Kalinyamat Wetan, R Mutio Ari Wibowo warga Jalan Timor timur RT 05 RW 10 Kelurahan Panggung dan Dwi Aprilianto warga RT 02 RW 03 Kelurahan Kalinyamat Wetan.

“Sebelum berangkat ke lokasi transmigrasi di Kalbar, mereka akan diberi pelatihan lebih dahulu di Semarang. Hal itu untuk melatih ketrampilan para transmigran karena mata pencaharian yang ditawarkan pemerintah di sana adalah bercocok tanam di ladang,” kata Sumito.

Lebih jauh dikatakan, selama dalam masa pelatihan di Semarang, para transmigran itu mendapatkan fasilitas penuh dari pemerintah. Kaitan itu pula, Pemkot Tegal melalui Dinsosnakertrans memberi uang saku sebagai bekal perjalanan kepada masing-masing KK dengan jumlah Rp 2.150.000 per KK. Para transmigran itu selanjutnya akan diberangkatkan menggunakan kapal laut pada 14 Desember 2012 mendatang.

Sumito menambahkan, total warga transmigran asal Kota Tegal yang sudah dikirim ke Kalbar sejak 2010-2012 ada 15 KK.

Sementara, salah seorang transmigran, Paimin kepada PanturaNews mengatakan, mengikuti program transmigrasi adalah sebuah pilihan terakhir yang harus dilakukannya demi kelangsungan hidup agar berkelanjutan. Menurut Paimin yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan itu, dengan bertransmigrasi dirinya dapat merubah kehidupan dari ketakberadaan menjadi berada dan sejahtera.

“Dari informasi yang disampaikan oleh pihak dinas, di sana nanti kami akan mendapat rumah sebagai tempat tinggal type 36 dan lahan garapan seluas 2 hektar, serta kemudahan lain untuk awal bercocok tanam. Lagipula selama dalam masa awal, kami akan mendapatkan bantuan fasilitas kebutuhan hidup. Lebih baik transmigrasi bisa punya rumah sendiri, daripada puluhan tahun di sini nggak bisa punya rumah,” tegas Paimin.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita