Senin, 15/10/2012, 07:17:43
Proyek APBD Terlambat, SKPD Disemprit DPRD
JAY-Riyanto Jayeng

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Tegal mendapat warning dari DPRD setempat. Pasalnya, memasuki minggu ketiga bulan Oktober 2012, ternyata masih ada sejumlah proyek fisik tahun 2012 yang realisasinya terlambat.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tegal, Hendria Priatmana SE, mengatakan saat ini sudah memasuki minggu ketiga bulan Oktober, sehingga tahun anggaran 2012 hanya tinggal 2 bulan lebih. Namun realiasi dilapangan, ternyata masih ada realisasi pekerjaan yang terlambat dari scudle yang telah ditetapkan.

"Kalau sampai akhir kontrak, ternyata rekanan tak bisa menyelesaikan tepat waktu dan tempat mutu. Maka kami mita ada sanksi tegas, baik teguran maupun sanksi denda sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku," kata Hendria.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Tegal, Enny Yuningsih SH, mengungkapkan, pihaknya kembali mengingatkan kepada SKPD, yang jadi mitra Komisi III untuk mengecek pekerjaan yang dilaksanakan rekanan, baik dari segi waktu maupun mutu. Karena pada tahun 2012, pihaknya tak ingin ada proyek yang tak selesai tepat waktu ataupun tidak tepatmutu. Sehingga sisa waktu yang ada harus dimanfaatkan dengan baik, untuk bisa menyelesaikan pekerjaan.

"Kami minta rekanan yang tak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu untuk menjadi catatan, untuk bisa mengerjakan proyek pada tahun 2013 mendatang. Karena kami tidak ingin, masalah 'molor' dan jeleknya kualitas bangunan terulang kembali pada tahun 2013," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal, W Edi Susilo SH, juga menyatakan keprihatinannya, atas realisasi pekerjaan fisdik tahun 2012 yang banyak terlambat, dan banyak temuan. Salah satu contoh, realisasi proyek bangunan sekolah yang dibiayai DAK bidang pendidikan. Hasil tinjauan lapangan, pihaknya cukup kecewa dan prihatin.

"Kami minta temuan kami, bisa ditindak lanjuti. Sehingga pada akhir tahun anggaran 2012, tak ada lagi proyek yang bermasalah," tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita