Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan Desa Losari Lor, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, nyaris dimassa oleh warga setempat, Minggu 07 Oktober 2012 malam.
Pasalnya, kotak suara yang berisi lampiran/lembaran perhitungan hasil rekapitulasi suara yang telah dihitung jumlah perolehan suaranya dari masing-masing pasangan calon dan sudah disegel/ditutup itu, dibuka tanpa diketahui oleh masing-masing tim sukses maupun anggota PPS dan PPK lainnya.
Warga yang mengetahui hal itu menduga akan dicuri berkas lampiran/lembaran hasil rekapitulasi suara itu, untuk upaya melakukan penggelembungan suara, sehingga anggota PPS dan PPK yang membuka segel itu nyaris dimassa. Alhasil, kericuhan yang terjadi di Kantor Desa Losari Lor itu, dapat diredam dan diselesaikan dengan baik.
Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Losari, Adi Warsadi, saat dikonfirmasi terkait hal itu membenarkan insiden tersebut. Adi mengaku, kericuhan yang terjadi di Kantor Desa Losari Lor sekitar pukul 21.30 WIB, dapat diselesaikan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari itu, sebenarnya hanya kesalah pahaman saja.
"Itu hanya kesalah pahaman saja kok mas," tutur Adi, Senin 08 Oktober 2012.
Menurutnya, anggota PPS dan PPK membuka segel kotak suara itu, hanya untuk mengambil lampiran/lembaran C1 karena hasil rekapitulasi suara yang telah dihitung itu, diminta oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Brebes supaya dapat diketahui hasil perhitungan suaranya.
"Karena semua lampiran/lembaran yang salah satunya adalah lampiran C1 ikut dimasukan kedalam kotak suara semua, sehingga lampiran C1 itu diambil lagi. Namun, oleh warga setempat dituduh akan melakukan penggelembungan suara. Itu karena, ketidak pahamannya anggota PPS dan PPK itu.
Seharusnya, kalau mau membuka segel kotak suara diketahui oleh masing-masing pihak yang berwenang, seperti masing-masing tim sukses pasangan calon, anggota PPS dan PPK lainnya. Jadi yang menjadi pemicu kericuhan itu adalah karena ketidak pahamannya anggota PPS dan PPK yang membuka segel kotak suara, tanpa diketahui pihak yang lain," tutur Adi.
Adi menambahkan, persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik setelah dari pihak anggota KPU yang diwakili oleh Ahmad Sudibyo dan Wakapolres Brebes, serta pihak terkait datang ke lokasi untuk menyelesaikan atas persoalan itu.