Warga yang tak dapat kartu pemilih protes (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Ratusan warga Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengamuk di kelurahan setempat, Minggu 07 Oktober 2012, pukul 12.00 WIB. Pasalnya, mereka tidak dapat kartu undangan pemilih untuk mencoblos pasangan calon bupati.
Informasi yang berhasil dihimpun PanturaNews.Com, menyebutkan, mereka padahal terdaftar di dalam Daftar Pemilihan Tetap (DPT) Daftar Pemilihan Sementara (DPS), namun petugas KPPS tidak memberikan kartu undangan pemilih untuk mencoblos pasangan calon bupati.
Ahmad Arifin (40), salah seorang warga RT: 01, RW: 02, Kelurahan Pasarbatang, mengatakan, dirinya bersama istrinya tidak mendapatkan kartu undangan pemilih untuk mencoblos pasangan calon bupati.
"Padahal nama saya dan istri saya terdaftar di dalam DPT. Tapi kenyataannya, kami tidak mendapatkan kartu undangan pemilih untuk mencoblos pasangan calon bupati dari petugas KPPS," ujar Arifin kepada wartawan saat mendatangi Kelurahan Pasarbatang.
Bahkan, kata Arifin, bukan dirinya bersama istrinya saja yang tidak mendapat kartu undangan pemilh, melainkan ratusan warga dikelurahannya juga sama tidak mendapatkan kartu undangan.
Hal senada disampaikan Taufiqurahman. Menurutnya, dirinya bersama istri dan keluarganya berjumlah 6 orang juga tidak mendapatkan kartu undangan pemilih. "Karena itu, saya datang ke Kantor Kelurahan Pasarbatang supaya namanya didaftar dan bisa menggunakan hak suaranya," tuturnya.
Anggota KPU Brebes Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Widyawati mengatakan warga yang mendapat undangan untuk mencoblos adalah yang terdaftar didalam DPT. Sebaliknya yang tidak terdaftar di DPT, tidak mendapatkan undangan untuk mencoblos.
"Kenapa bisa banyak warga yang tidak dapat kartu undangan pemilih kemungkinan besar adalah karena faktor human eror/kesalahan manusia," ungkap Widyawati, saat menerima keluhan dari warga yang tidak mendapatkan kartu undangan pemilih untuk mencoblos.
Tapi, kata Widyawati, pihaknya mempunyai data-data agar mereka tetap bisa memilih, yaitu bahan DP4, DPS stiker, dan DPS HP.
"Jadi, mereka tetap kami data, asalkan mereka bisa menunjukan A33 ataupun petugas dari pemutakhiran data bisa meyakinkan bahwa mereka telah didata," tandasnya.