Minggu, 30/09/2012, 01:43:54
Setelah TAAT, Giliran IJO Dituduh Money Politik
TK-Takwo Heriyanto

Tim cabup menunjukkan barang bukti dugaan money politik di rumah salah satu warga (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Dugaan money politik dalam kampanye Pemilukada Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, saling disorot oleh tim sukses kedua pasangan calon bupati (cabup) - calon wakil bupati (cawabup).

Setelah cabup-cawabup H. Agung Widyantoro SH MSi - H. Athoillah SE MSi (TAAT) dilaporkan oleh tim sukses pasangan Hj. Idza Priyanti SE - Narjo (IJO) ke Panitia Pengawas Pemilukada (Panwaslu) Brebes, Sabtu 29 September 2012, terkait dugaan money politik yang dilakukan oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sekaligus sebagai ajudan Agung Widyantoro berinisial AD.

Kali ini, sejumlah warga di RT 06 dan RT 05 RW 04, Desa Jatibarang Lor, Kecamatan Jatibarang, mengaku telah mendapatkan amplop berisi uang senilai Rp 10 ribu, berikut gambar cabup Hj. Idza Priyanti nomor urut 2.

Sumber yang diperoleh PanturaNews.Com, menyebutkan uang itu dibagikan melalui Ketua RT, yang sebelumnya mereka dikumpulkan di rumah Kepala Desa (Kades) Jatibarang Lor, Firdaus. Di rumah kades, para ketua RT diberi uang tim sukses calon untuk dibagikan ke warganya. Setiap warga yang mempunyai hak pilih mendapatkan satu amplop.

"Semua warga di tempat saya diberi amplop ini. Uangnya Rp 10.000 dan didalamnya ada gambar cabup Hj Idza Priyanti. Namun, sejumlah warga di RT saya menolak, dan mengumpulkan amplop ini ke saya," ujar warga RT 06/ RW 04 Kelurahan Jatibarang Lor, yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Kepala Desa Jatibarang Lor, Firdaus saat dikonfirmasi membatah jika dirinya yang mengkoordinir pembagian uang tersebut. Namun, rumahnya hanya ketempatan untuk penyerahan uang dari tim sukses kepada setiap ketua RT di wilayahnya. Itu pun dirinya dipaksa agar rumahnya menjadi tempat. Sebab, sejak awal sudah menolak rumahnya dijadikan tempat penyerahan uang dari tim sukses ke ketua RT.

"Saya hanya diminta tempat dari tim sukses calon. Mereka sebelumnya sudah berkomunikasi dengan setiap ketua RT secara langsung. Besarnya uang yang dibagikan juga saya tidak tahu, karena langsung diserahkan ke RT," tandasnya.

Menurut dia, sejak awal sudah menolak rumahnya dijadikan tempat. Namun, ketua RT tiba-tiba mengeruduk rumahnya yang disusul datang tim sukses calon. Mereka kemudian melakukan kesepakatan sendiri.

"Saya kesulitan karena mereka datang sendiri. Masa warga yang datang ke rumah mau saya usir. Yang jelas, saya tidak tahu menahu masalah ini. Saya tidak mau Kelurahan Jatibarang Lor diacak-acak dengan money politik," terangnya.

Menanggapi hal itu, Hj Idza Priyanti SE saat dikonfirmasi mengaku, dirinya tidak tahu menahu dan tidak pernah memerintahkan pembangian uang tersebut.

"Kalau masalah itu saya tidak tahu, benar-benar tidak tahu dan tidak pernah memerintahkan sama sekali," ujarnya singkat usai berkampanye di Terminal Angkutan Umum Ketanggungan, Kabupaten Brebes.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita