Ketua LSM Agustus Brebes, Kustoro WHY
PanturaNews (Brebes) - Ketua LSM Agustus Brebes, Jawa Tengah, Kustoro WHY, menilai bahwa visi misi dua kandidat calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) yang akan bertarung dalam Pemilukada Brebes 2012, baik visi misi dari pasangan H. Agung Widyantoro SH MSi-H. Athoillah (TAAT) maupun dari pasangan Hj. Idza Priyanti SE-Narjo (IJO), pada prinsipnya bagus dan berpihak kepada rakyat.
"Meskipun visi misi dua kandidat bernomor urut 1 dan 2 itu bagus dan dinilai berpihak kepada rakyat , tapi kami mengkhawatirkannya. Sebab, beberapa diantara program visi misi yang kelihatannya mudah diimplementasikan tersebut malah cenderung sulit untuk direalisasikan," ujar Kustoro kepada PanturaNews.Com, ketika dikonfirmasi terkait visi misi yang disampaikan dua pasangan kandidat tersebut dalam sidang paripurna istemewa DPRD Brebes, Jumat 21 September 2012.
Menurut dia, beberapa program visi misi yang disampaikan pasangan TAAT dinilai bagus dan berpihak kepada rakyat, salah satu diantaranya adalah memberikan pendidikan wajib belajar (wajar) gratis hingga 12 tahun. "Itu menurut saya memang bagus dan bisa dikatakan berpihak kepada rakyat. Tapi, disisi lain saya menilai malah cenderung sulit untuk direalisasikan," kata Kustoro.
Alasannya adalah, lanjut Kustoro, untuk pendidikan wajar gratis yang 9 tahun saja masih banyak sekolah-sekolah yang bermasalah, terkait dengan maraknya pungutan liar (pungli) disaat Pendaftaran Siswa Baru (PSB) bagi siswa SD ke tingkat SMP.
"Disamping itu, apakah dengan mengandalkan APBD Kabupaten Brebes akan mampu mengatasinya? Sementara, melihat APBD 2012 yang jumlahnya sekitar Rp 1,4 triliun, dimana 70 persennya adalah untuk belanja pegawai dan 30 persen untuk belanja publik," ungkapnya.
Namun demikian, jika pasangan TAAT terpilih menjadi bupati dan wabup periode 2012-2017, memang bisa merealisasikan memberikan pendidikan wajar gratis 12 tahun, maka salah satu visi misi itu memang bukan hanya sebagai bentuk tipu-tipu saja.
Begitu juga dengan visi misi untuk pasangan IJO. Dia menilai pada prinsipnya beberapa visi misi yang disampaikannya itu juga bagus, dan berpihak kepada rakyat. Seperti dalam seminggu sekali, jika dipilih oleh rakyat, kemudian akan menerima aspirasi masyarakat langsung di pendopo Kabupaten Brebes (Open House).
"Itu bagi saya salah satu program strategi dari visi misi yang cukup baik, namun juga cenderung tidak bisa terealisasikan. Sebab, belum pasti dalam satu minggu tersebut misalnya Idza akan berada ditempat karena mungkin adanya kesibukan tugas luar daerah ataupun kecapaian dan lain sebagainya," tuturnya.
Pada bagian lain adalah memberikan santunan kematian bagi keluarga tidak mampu sebesar Rp. 1 juta itu juga dinilai sulit untuk direalisasikan. Pasalnya, kalau berdasarkan hitung-hitungan angka misalnya, dibuat dalam satu hari di satu kecamaatan terdapat lima orang yang meninggal dunia.
Maka, nilai santunan sebesar Rp 1 juta itu kalau dikalikan dengan 17 (kecamatan) kemudian dikalikaan 12 bulan total besar anggaarn santunan yang harus dikeluarkan adalaah Rp 148.500.000,-. Belum dengan adanya upaya memberikan dana operasional bagi RT dan RW diseluruh Kabupaten Brebes.
"Kalau misal dana operasional untuk 1 desa dengan jumlah RT 7 orang dan RW 5 orang dengan besaran dana operasional Rp 700 ribu untuk RT dan Rp 500 ribu untuk RW, lalu dikalikan sebanyak 297 desa, maka total anggaran dana operasional yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp 4.276.800.000. Apakah dengan total anggaran sebesar hampir Rp 4,3 miliar untuk bantuan operasional bagi RT dan RW di 297 desa dan kelurahan itu sanggup untuk direalisasikan?," kata Kustoro.
Belum lagi, lanjut Kustoro, dengan adanya upaya meningkatkan kesejahteraan para guru GTT, PTT, guru ngaji, guru madin, imam mushola dan imam masjid yang jumlahnya cukup banyak. Sementara, bahwa APBD 2012 saja hanya 1,4 triliun, meskipun terdapat PAD sebesar Rp 89 miliar.
"Akan tetapi, bila IJO terpilih menjadi bupati dan wabup Brebes periode 2012-2017 nanti, maka untuk bisa memberikan solusi yang terbaik agar dapat merealisasikan hal tersebut, adalah bisa menggali dana dari APBN.
Disatu sisi, juga harus bisa mencari investor dari luar Brebes agar terdapat peningkatan PAD, sehingga beberapa program visi misi dari bagian strategi pembangunan tersebut, dapat terealisasikan dengan baik. Kalau hal itu tidak bisa direalisasikan dengan baik, berarti progran visi misi itu hanya tipu-tipu belaka," tandasnya.