Bupati Brebes saat sambutan pada kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Desa Kluwut (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Masyarakat Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, khususnya masyarakat nelayan dan pembudidaya perikanan beserta hasil-hasilnya telah mengalami pasang surut produksi. Hal itu disebabkan berbagai faktor yang diantranya fishing ground berkurang, dan rusak akibat penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.
Disisi lain, kemampuan jangkauan kapal nelayan terbatas, permodalan yang terbatas menyebabkan ketergantungan nelayan pada tengkulak, rusaknya ekosistem mangrove, sarana prasarana dasar belum memadai dan lingkungan pemukiman tidak tertata juga masih banyak faktor lainnya.
Pernyataan tersebut dikemukakan Bupati Brebes H. Agung Widyantoro SH MSi dalam sambutan kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI, di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Sabtu 08 September 2012.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengemukakan bahwa jumlah masyarakat yang tinggal di daerah pesisir lebih dari 123.150 jiwa atau 7,725 persen dari total populasi penduduk Kabupaten Brebes, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak kurangg lebih 44.249 jiwa atau 36 persen dari jumlah masyarakat desa pesisir.
Namun, Pemkab terus berusaha belajar dari kegagalan dan melangkah maju, mengejar ketertinggalan. Beberapa tahun kebelakang budidaya rumput laut juga telah membawa Kabupaten Brebes meraih prestasinya.
"Maka, kami selaku Bupati mohon dengan hormat agar pada tahun anggaran 2013, dapat ditambahkan bantuan dana sebesar Rp 52.637.019.200. Alokasi dana tersebut untuk pembangunan sarana prasarana bidang kelautan dan perikanan sebesar Rp 28.287.019.200,- dan untuk pemberdayaan masyarakat senilai Rp 24.350.000.000," pinta Bupati kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutarjo.
Hadir dalam acara tersebut Titin Soeharto, Ketua Komisi IV dan Komisi VII DPR RI, Dirjen Kelautan, dan pejabat SKPD di lingkan Pemkab Brebes serta para nelayan dan tamu undangan lainnya.