Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Dua orang tak dikenal melakukan aksi pembegalan di jalanan terhadap seorang pemuda bernama Ghofar Ismail (21) dan membawa kabur seorang gadis berinisial WT, warga RT: 01, RW: 03 Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa 28 Agustus 2012 sekitar pukul 20.30 WIB.
Informasi yang berhasil dihimpun PanturaNews, Rabu 29 Agustus 2012, menyebutkan aksi pembegalan dengan senjata tajam berupa clurit tersebut, dilakukan di jalanan Desa Grinting menuju Desa Pulogading, Kecamatan Bulakamba.
Ghofar Ismal mengalami luka sayatan di bagian lehernya, akibat kena goresan clurit dan kini ia sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes. Sedangkan WT, diketahui mengalami trauma karena dibawa kabur oleh dua orang tak dikenal tersebut, meski pada akhirnya WT dilepaskan.
Saat ditemui PanturaNews di Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes, Ghofar Ismail mengatakan, kejadian yang menimpa dirinya bersama WT yang merupakan tetangga rumahnya ini, bermula saat dirinya sedang disuruh orang tuanya untuk mencari seorang pembantu yang akan ditempatkan di Jakarta. Mereka menggunakan sepada motor Honda Beat.
"Tapi tiba-tiba dipertengahan jalan yang sepi, saya dicegat oleh dua pelaku tak dikenal dengan membawa clurit agar saya menyerahan sepeda motornya. Karena takut,
saya kemudian menuruti kemauan pelaku," tutur Ghofar, Rabu 29 Agustus 2012.
"Sebab, mereka berdua membawa celurit dan mengancam. Dia bilang, kemarin saya sudah perkosa orang. Kalau kamu melawan nanti saya perkosa teman kamu," tutur Ghofar menirukan ancaman pelaku.
Diakui Ghofar, di tempat yang sepi itu kedua pelaku meminta paksa kunci kontak sepeda motornya. Beruntung saat digeledah, pelaku tidak menemukan kunci dari saku korban. Namun, pelaku mengambil dua buah handphone merk Nokia dan Cross milik Ghofar dan WT. Karena kecewa tidak bisa menggondol sepeda motor, kedua pelaku kemudian membawa lari WT dengan sepeda motor matic warna putih yang dipakai pelaku beraksi.
"Saat itu, teman saya, WT, dibawa mereka menuju areal pertambakan. Sedangkan saya sendiri kedua tangan dan kakinya diikat serta mulutnya ditutup menggunakan lakban. Tapi, saya berhasil melepas ikatan itu, kemudian kebetulan ada orang lewat. Lalu saya minta diantar ke desa mengundang warga untuk mengejar ramai-ramai. Tapi pelaku sepertinya lari, dan teman saya dilepas karena terus melawan, selain itu pelaku kabur karena melihat banyak lampu sepeda motor warga yang mengejar," terangnya.
Terpisah, Kapolsek Bulakamba, AKP Sobari saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan aksi pembegalan tersebut. Meski begitu, pihaknya tetap meminta masyarakat untuk waspada.
"Kami sendiri sebetulnya, sudah melakukan operasi rutin di tempat-tempat yang rawan kejahatan. Untuk kejadian ini, kami belum mendapat laporan. Tapi masyarakat supaya waspada dan bekerjasama untuk mengatasi masalah kejahatan lingkungan," tandasnya.