Bendung Irigasi Damrau di Dukuh Munggang, Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, yang jebol ini akan segera diperbaiki (FT: Abu Aliya)
PanturaNews (Bumiayu) – Perbaikan Bendung Irigasi Damrau yang terletak di Dukuh Munggang, Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah menjadi prioritas utama di tahun 2010 ini. Pasalnya, bendung ini mengaliri lahan pertanian seluas sektiar 22 hektar mengalami kerusakan cukup lama. Padahal memiliki fungsi sosial untuk meninggikan air tanah.
Menurut Staf Kantor UPTD Pengairan dan Sumber Daya Mineral Pemali Hulu, Tasali kepada PanturaNews, di ruang kerjanya Senin 08 Pebruari 2010 siang, badan bendung Damrau sepanjang 15 meter mengalami kerusakan setelah diterjang arus deras pada bulan Mei 2009 lalu. Rusaknya bendung yang ada di Sungai Kalierang itu mengakibatkan lahan pertanian di Desa Kalierang, Desa Laren dan Desa Kaliwadas mengalami kesulitan air. "Ada sekitar 22 hektar lahan pertanian yang mengalami kesulitan setelah jebolnya bendungan Damrau," kata Tasali.
Selain itu, jebolnya bendung Damrau berdampak pada menurunnya air tanah di sekitarnya, yakni Dukuh Munggang. Sumur-sumur resapan milik warga menjadi kering. "Bendung Damrau juga berfungsi meninggikan air tanah, akibat jebol sumur menjadi kering," ungkap Tasali.
Kepala Desa Kalierang, M Shofwan, membenarkan, menurutnya kerusakan bendung Damrau selain mengakibatkan menurunnya produksi pertanian juga berdampak mengeringnya sumur warga. "Perbaikan bendung sangat ditunggu-tunggu, karena banyak sumur warga yang kering," katanya.
M Shofwan mengharapkan, perbaikan itu secepat terealisasi dan kualitas bangunannya yang baik agar tidak mudah jebol. "Semoga saja bisa secepatnya dan kualitasnya juga bagus," ucap Shofwan.