Warga menyaksikan jembatan Sungai Babakan yang putus (FT: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Sekitar 900 Kepala Keluarga (KK) di Pedukuhan Desa Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jateng terisolir, akibat jembatan sungai Babakan di desa setempat putus setelah diterjang air yang meluap pada Jumat 5 Februari 2010 dini hari.
Menurut keterangan warga setempat, Yudi (40), jembatan sepanjang 24 meter itu putus, karena kondisinya sudah rapuh sejak tahun 2003 lalu. Hal itu membuat aktivitas warga setempat dan sekitarnya menjadi terisolir. Bahkan, ratusan siswa SDN Kemurang Wetan 02 yang rumahnya diseberang sungai terlantar. "Jembatan ini merupakan jalur utama perekonimian warga. Kami berharap putusnya jembatan ini segera diperbaiki," kata Yudi, saat dikonfirmasi Jumat 5 Februari 2010 siang.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Kemurang Wetan 02, Muhammad Dukri mengatakan dari 300 siswa di sekolahnya, sekitar 150 siswa di antaranya terpaksa tidak berangkat sekolah. Namun, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. “Kegiatan belajar mengajar tetap jalan, meski siswa banyak yang tidak masuk,” kata M Dukri.
Kepala Desa Kemurang Wetan, Nuridin SE mengatakan, akibat jembatan putus itu, membuat 900 KK di Pedukuhan Kalenjukung tidak bisa berbuat apa-apa. "Untuk penanganganan sementara, kami rencananya akan membuat jembatan darurat. Namun, jembatan darurat itu baru bisa dibangun jika arus sungai sudah surut. Saat ini kondisinya masih deras," ungkapnya.