Ilustrasi
PanturaNews (Slawi) – Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Bripda AP (35), terkapar setelah dikepruk botol oleh 8 orang pemabuk asal Kabupaten Brebes di wisma Anggrek Merah lokalisasi Peleman, Desa Sidoarjo, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Kamis 04 Februari 2010 pukul 22.00 WIB kemarin. Akibatnya, AP harus menjalani perawatan di Puskesmas Suradadi, Kabupaten Tegal.
Menurut Maesaroh (25), mami di wisma Anggrek Merah, pemukulan itu terjadi ketika Bripda AP bersama sejumlah temannya mendatangi wisma itu. Kedatangannya untuk menanyakan soal keributan yang dilakukan oleh kelompok pemabuk asal Brebes. Tiba-tiba salah seorang dari kelompok pemabuk asal Brebes yang masih di wisma itu langsung memukul. Melihat pemukulan itu, temannya yang lain ikut mengeroyok, akibatnya AP babak belur bersimbah darah. “Padahal warga sudah mengingatkan jika AP adalah anggota polisi, namun kelompok Brebes itu malah menantang bahkan ada yang mengaku dirinya anggota Polda,” kata Maesaroh.
Diterangkan Maesaroh, awalnya salah seorang dari kelompok pemabuk Brebes itu mengajak dirinya untuk menemani di kamar, namun ia menolak. Hal yang sama juga dengan anak buahnya yang bernama Sri (38), juga menolak ketika salah satu temannya yang lain mengajak ke kamar. Akibat penolakan itu, salah seorang yang mengaku anggota Polda tiba-tiba mencekik lehernya sambil mengeluarkan kata-kata kasar. “Kamu minta dihargai berapa?” Mendengar itu, AP bersama beberapa orang temannya datang hendak melerai. “Tak disangka, orang yang mengaku Polda itu langsung memukul AP hingga terkapar. Karena mengaku dari anggota Polda, tak satupun teman AP yang berani menolong. Hal itu membuat sejumlah wanita yang ada di lokasi, ramai-ramai mengeroyok kelompok tadi. Salah satu dari mereka mengalami luka, karena dikeroyok warga dan sisanya melarikan diri,” ungkap Maesaroh.
Kapolsek Suradadi, AKP Sekhroni, kepada sejumlah wartawsan mengatakan, setelah kejadian itu kelompok Brebes, langsung kabur ke arah barat. Namun petugas berhasil menangkapnya di daerah Munjung Agung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pemabuk asal Brebes itu kini diamankan di Mapolsek Suradadi. “Kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif, apalagi dengar-dengar katanya ada yang mengaku anggota Polda,” kata AKP Sekhroni.
Sementara menurut Bripda AP saat ditemui wartawan usai menjalani perawatan di Puskesmas Suradadi. Sebelum terjadi insiden dengan kelompok peminum Brebes, dirinya sudah dipukul dulu oleh kelompok peminum asal Pekalongan. Saat ia sedang bincang-bincang dengan Maesaroh dan anak buahnya yang bernama Sri. Di dalam sudah ada kelompok peminum asal Pekalongan yang jumlahnya sekitar 7 orang, sedang minum dan karaoke di wisma tersebut. Inti dari perbincangannya dengan Maesaroh, menasehati Sri yang kerap minum di wisma lain. “Rupa-rupanya salah seorang dari kelompok Pekalongan bernama Kadis (45) yang mengaku wartawan dari koran mingguan, hendak membela Sri. Dikira Sri menangis karena ulah saya. Tiba-tiba Kadis melayangkan bogem mentah ke muka saya. Akibat keributan itu, saya keluar dan kembali lagi bersama beberapa teman,” kata AP.
Namun kembalinya AP dengan teman-temannya ke tempat semula menimbulkan keributan besar. Kedua kelompok ini baku hantam dan menyebabkan kelompok Pekalongan pergi dari lokasi keributan. Salah satu dari kelompok Pekalongan yang mengaku kontraktor mengalami luka.
Dalam insiden tersebut, 4 orang mengalami luka serius di bagian kepala. Mereka adalah, AP, Kadis dan temannya, satu orang kelompok Brebes. Semua korban menjalani perawatan pertama di Puskesmas Suradadi. Keributan berhasil dinetralisir petugas sekitar pukul 23.30 WIB.