Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Akibat kesulitan air irigasi, sekitar 60 hektar tanaman padi di Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengalami puso alias gagal panen. Sementara 277 hektar lainnya juga terancam puso.
Kepala Desa Taraban, H Sopin Hadi mengatakan, sejak dua bulan terakhir ini air irigasi yang mengaliri lahan pertanian di desanya makin berkurang. Untuk mengairi lahan pertanian juga diberlakukan secara bergantian sehingga tidak mencukupi.
"Gilirannya seminggu tiga kali, sehingga sangat tidak mencukupi untuk mengaliri seluruh lahan pertanian," katanya, Selasa 17 Juli 2012.
Menurutnya, akibat kekurangan air itu ada 60 hektar lahan pertanian yang semula sempat diolah dan tanami mengalami gagal panen, dan petani menderita kerugian yang cukup besar. Saat ini yang masih bertahan ada 277 hektar tanaman padi yang tersebar di perdukuhan. "Tetapi kalau sampai sebulan lagi tidak turun hujan juga bisa mengalami puso," ujar Sopin.
Dikatakan, selama ini lahan pertanian di Desa Taraban hanya mengandalkan air dari irigasi pintu Jambu Sungai Erang. Sementara juga ada sekitar 50 hektar lahan tadah hujan. "Karena sudah dua bulan tidak turun hujan, lahan tadah hujan itu juga dibiarkan saja tanpa diolah oleh petanim," tutur Sopin.
Kondisi kesulitan air tersebut selalu terjadi pada musim kemarau. Diharapkan ada perhatian pemerintah untuk menambah pembangunan saluran air irigasi pertanian. "Petani berharap bisa dibangun lagi saluran irigasi dari bendung sungai atau lainnya, untuk mencukupi pengairan lahan pertanian," pungkas Sopin.