Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Kota Tegal (Foto: Dok/Gaharu)
PanturaNews (Tegal) - Proyek Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Kota Tegal, Jawa Tengah, sampai pada 15 Juli 2012 sudah mencapai 80 persen. Sebelumnya, pada pertengahan Mei pembangunan baru mencapai 50 persen, atau terlambat 25 persen dari jadwal yang seharusnya mencapai 75 persen.
Dengan pencapaian 80 persen pada pertengahan Juli ini, menurut perwakilan pelaksana pembangunan Rusunawa Tegal, PT. Marlanco Jakarta, Roni Wardani maka pada akhir Agustus 2012, pembangunan dua twin block Rusunawa dengan kapasitas masing-masing twin block mencapai 96 unit atau total 192 unit, ditargetkan selesai 100 persen.
“Dari sisa waktu yang ada, kami optimis akan selesai pada akhir Agustus. Material sudah siap semua, tinggal melakukan pekerjaan finising,” kata Roni Wardani kepada PanturaNews, Sabtu 14 Juli 2012 sore.
Dijelaskan, dengan mengerahkan sekitar 160 pekerja, perkembangan rata-rata perkerjaan setiap harinya mencapai 0,7 persen. Untuk mengejar target penyelesaian, setiap harinya volume pekerjaan terus ditingkatkan dengan menempatkan pekerja di setiap lantai.
“Semua material untuk pengerjaan finising tidak ada masalah. Sedikit kendala yang ada saat ini hanya soal keterlambatan pengiriman beton yang kami pesan dari Batang. Transportasi yang seharusnya dua jam, terlambat menjadi lima jam akibat macetnya jalur pantura di beberapa titik. Tapi semua itu bisa kami atasi,” tutur Roni Wardani.
Diberitakan sebelumnya, pembangunan Rusunawa di Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal mengalami keterlambatan. Menurut Kepala Seksi Pemukiman Diskimtaru Kota Tegal, Muhamad Mashar, faktor utama penyebab keterlambatan pembangunan itu, lantaran persoalan teknis pada saat proses pengecoran lantai beton yang memakan waktu lama.
Sementara, perwakilan pelaksana pembangunan Rusunawa Tegal, PT. Marlanco Jakarta, Roni mengatakan, pembangunan Rusunawa di Kota Tegal terkendala proses pembuatan lantai beton. Sebab untuk membuat lantai benton dibutuhkan waktu yang cukup lama.
Sementara Wakil Walikota Tegal, H Habib Ali Zaenal Abidin SE mengatakan, Rusunawa akan ditempati setelah 1 twin yang baru terbangun. Hal ini dimaksudkan agar penghuni Rusunawa tidak terganggu oleh pembangunan twin blok ketiga. Program rusunawa dari Kementerian Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya menelan biaya Rp 25,1 milyar.