Rabu, 09/05/2012, 04:19:29
TKW Asal Tegal Disandera Tiga Bulan di RS Malaysia
TW GH-Takwo Heriyanto & SL Gaharu

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Derita Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di luar negeri, nampaknya tak pernah usai. Bahkan masalah demi masalah yang dialami TKW terus bertambah. Seperti yang dialami Umi Alfiah (40), TKW asal Kelurahan Randugunting, Jalan Merpati, Gang Murai Kota Tegal, Jawa Tengah. 

Berdasarkan sumber yang diperoleh PanturaNews, menyebutkan, Umi yang bekerja di Malaysia sejak Februari 2012 ini, mengalami kecelakaan hingga menyebabkan luka parah di kaki dan tangan, sehingga harus dilakukan tindakan operasi pemulihan tulang di Rumah Sakit Kuala Lumpur, Malaysia.

Namun, TKW bernasib malang yang memiliki tiga orang anak ini, disandera di Rumah Sakit tersebut selama tiga bulan, karena tidak sanggup membayar biaya operasi sebesar Rp 40 juta.

Ironisnya, hingga saat ini tidak ada perhatian dari pihak Kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur. Dan pihak keluarga hanya bisa berupaya mencari uang untuk bisa memenuhi tuntutan rumah sakit.

"Kita sudah mengirim uang Rp 8 juta hasil jual motor. Tapi tetap tidak diperbolehkan pulang. Kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur hanya diam," ujar Nauli Dwi Kirani, anak korban saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 09 Mei 2012.

Nauli mengakui, ibunya berangkat ke Malaysia melalui jalur tidak resmi. Umi Alfiah terpaksa menjadi TKW di Malaysia untuk membiayai tiga anaknya setelah ditinggal pergi oleh suaminya 10 tahun yang lalu. Anak-anak korban berharap adanya bantuan pemerintah pusat maupun daerah, agar ibunya segera bisa dipulangkan ke Indonesia.

"Meski ibu saya ke Malaysia tidak melalui jalur resmi, tapi kami berharap pemerintah bisa membantu ibu saya, sehingga bisa pulang lagi ke Indonesia," harap Nauli sambil menitikkan air mata.

Terpisah, Wakil Walikota Tegal, Habib Ali, saat dikonfirmasi wartawan dalam kunjungannya di Pencanangan program KB-Kes di Alun-alun Brebes, mengatakan Pemkot Tegal akan berkoordinasi dengan pihak Kementrian Luar Negeri untuk membantu memulangkannya.

Pihaknya juga akan mengunjungi rumah keluarga TKW tersebut di Kelurahan Randugunting, Jalan Merpati, Gang Murai Kota Tegal.

Kunjungannya itu, kata Habib, untuk membantu meringankan beban keluarganya, karena termasuk orang yang tidak mampu, meski diakui keluarganya berangkat ke Malaysia dengan cara tidak resmi.

Pihaknya menghimbau kepada seluruh warga Kota Tegal agar berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat, jika ingin bekerja sebagai TKW maupun TKI. "Itu tujuannya untuk memudahkan dalam melakukan pendataan," tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita