Bendahara DPP PKB, Bahrudin Nashori
PanturaNews (Tegal) - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) optimistis meraih 10 persen suara dalam Pemilu 2014. Keyakinan itu didasari oleh soliditas warga PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) yang kini semakin menyatu. Situasi politik internal yang semakin membaik, juga diyakini akan memperkokoh PKB.
Karena itu, Elektoral Parliamentary Threshold (EPT) atau ambang batas suara parlemen yang dalam UU Pemilu ditetapkan 3,5 persen, tidak akan menjadi batu sandungan. Pernyataan itu disampaikan anggota Fraksi PKB DPR-RI yang sekaligus selaku Bendahara DPP PKB, Bahrudin Nashori, Sabtu 28 April 2012.
”Warga PKB dan NU semakin menyatu. Dengan kerja sama yang efektif hingga pedesaan, kami yakin bisa meraih 10 persen suara pada Pemilu 2014, atau setidaknya mengulang kesuksesan PKB di Pemilu sebelumnya,” kata Bahrudin.
Menurut Bahrudin, PKB bakal berada pada posisi aman. Sebagai gambaran, pada Pemilu 2009 yang disebutnya paling pahit pun, PKB masih mampu meraih 5 persen suara. Lebih jauh Bahrudin mengatakan, apalagi untuk mendatang setiap warga NU akan dibekali dengan kartu anggota NU, hal itu akan memudahkan sasaran pemilih menjadi jelas.
“Nanti PKB akan memfasilitasi pembuatan kartu anggota NU bagi setiap warga NU yang menjadi ladang suara bagi PKB. Jangan pernah mengaku warga NU kalau mereka tidak peduli terhadap PKB, alasannya karena PKB dilahirkan oleh NU sendiri. Jika NU merasa melahirkan maka setiap warga NU pun wajib memelihara dan membesarkannya,” ujar Bahrudin.