Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani, M.Si
PanturaNews (Jakarta) - Akademisi dan sarjana harus menjadi inspirasi perubahan bangsa. Ulama harus menjaga akhlak dan moral masyarakat yang semakin rusak. Saat ini, para sarjana belum menjadi agen perubah, malah justru menjadi beban negara. Tiga pilar penting kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu cerdik pandai, ulama dan umaro (pemimpin) harus bersinergi, dimana saat ini masih saling kontradiktif.
Demikian dikatakan Dewi Aryani, M.Si, salah satu Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) masa Khidmat 2012-2017, sebelum dilakukan pengukuhan, Selasa 24 April 2012 malam di Lantai 2 Balai Kartini, Jakarta.
Dikatakan Dewi yang juga anggota Komisi 7 DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, akademisi dan sarjana harus menjadi inspirasi perubahan bangsa. Ulama harus menjaga akhlak dan moral masyarakat yang semakin rusak. Tiga pilar itu adalah nilai kearifan lokal (local wisdom) yang harusnya dibangun oleh ISNU ke depan.
Tiga pilar itu, lanjut Dewi, adalah nilai dasar Alquran dan sunah rosul. Alquran mengangkat derajat orang yang berilmu (cerdik pandai), memberikan kedudukan para ulama, dan memuliakan pemimpin. Masalah sosial politik dan ekonomi tidak bisa lagi diselesaikan hanya dengan mekanisme formal pemerintahan.
“Organisasi cerdik pandai seperti ISNU harus dapat memberikan solusi bagi pemerintah. ISNU menjadi gerakan moral dan ahklak, gerakan sosial dan kultural, sekaligus gerakan intelektual," tandas Dewi.
Diberitakan sebelumnya, Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) masa Khidmat 2012-2017 terbentuk dengan dikeluarkanya Surat Keputusan (SK) Nomor: 02/SK/PP-ISNU/2012 dilantik Selasa 24 April 2012 malam. Sebagai Ketua Umum adalah Dr. H Ali Masykur Musa, SH, M.Si, M.Hum, dan sejumlah tokoh nasional memperkuat jajaran kepengurusan ISNU baik di kepengurusan harian, dewan penasihat, maupun dewan kehormatan.
Diantara nama-nama yang masuk dalam jajaran pengurus ISNU periode ini, adalah Irnanda Laksanawan (Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur), Udoro Kasih Anggoro (Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian), DR (Cand) Dewi Aryani, M.Si (Anggota Komisi VII DPR RI), Yudi Latief (Direktur Reform Institute), M FajrulFalaakh (Pakar Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum UGM).
Salah satu tokoh muda perempuan PDI Perjuangan, Dewi Aryani masuk dalam jajaran pengurus yang berjumlah hampir 60-an orang. Salah satu perempuan dari segelintir perempuan yang masuk menjadi pengurus, mengindikasikan bahwa peran perempuan diperhitungkan walaupun belum dalam jumlah yang seimbang dan proporsional.