Anggota Lomisi Yudisial, Taufiqurrohman Sahuri SH (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Pembangunan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akan lebih maju jika pemimpinnya adil dan memiliki kreativitas menajerial. Kreativitas sangat perlu bagi seorang pemimpin atau calon bupati. Artinya kreativitas untuk membela rakyat, untuk membangun pedesaan-pedesaan.
Demikian dikatakan Anggota Komisi Yudisial (KY), Taufiqurrohman Sahuri SH MH pada acara Sarehan Alim Ulama, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes), Tokoh Masyarakat, Organisasi Massa se-Kabupaten Brebes, Minggu 22 April 2012 sore di Ponpes Al Hikmah 1 Benda, Kecamatan Sirampog, Brebes.
"Adil dalam pengertian akhlak yang baik, dan kreatif artinya berani punya mimpi untuk menjadikan Brebes yang lebih baik," ujar Taufiq.
Menurutnya, kreativitas sangat perlu bagi seorang pemimpin atau calon bupati. Artinya kreativitas untuk membela rakyat, untuk membangun pedesaan-pedesaan. Seperti kreatif dalam mengelola APBD untuk yang paling prioritas dan yang tidak prioritas dialihkan pada yang lebih prioritas, seperti yang dilakukan oleh Bupati Purwakarta.
"Jadi rakyat jangan sampai memilih calon bupati yang hanya ingin menjadi bupati, jika itu terjadi maka akan sangat rugi," kata Taufiq.
Dikatakan, kreatif dalam konteks pembangunan di Brebes, adalah harus bisa memindahkan kantor pemerintahan ke selatan atau di Sitanggal. Dengan pindah ke selatan, otomatis nantinya akan ada kemajuan di sekitarnya dan akan menimbulkan keramaian ekonomi di sekitarnya.
"Bisa dipasastikan akan tumbuh perumahan-perumahan untuk pegawai-pegawainya. Akan tumbuh bangunan-bangunan ruko dan sebagainya. jalan akan dibangun lebih lebar lagi," terang Taufiq.
Lebih lanjut dijelaskan, pemindahan itu akan menjadi kota baru dan kabupatennya bisa pindah ke Bumiayu dan Brebes bagian utara menjadi kotamadya. Jika nanti bupatinya tidak punya mimpi seperti itu, maka Brebes tidak akan bisa maju.
"Mungkin lima tahun programnya fisik, terus nanti kalau baik akan dipilih lagi dan programnya akan mendirikan kabupaten di Bumiayu ini," ucap Taufiq.
Mengenai komposi utara - selatan untuk Bupati dan Wakil Bupati Brebes tidaklah begitu penting, asalkan bisa menemukan kriteria bupati yang adil dan kreatif.
"Tapi kalau bupatinya hanya duduk biasa dan mengikuti irama yang ada selama ini yang monoton, ya Brebes akan seperti ini terus," tegas Taufiq.
Kegiatan sarasehan yang dipandu oleh moderator Syamsul Ma'arif SPd ini, berlangsung dari sore hingga malam itu diikuti oleh sekitar 100 peserta. Peserta yang hadir sebagian besar merupakan para ulama dan pimpinan Ponpes.
"Kami mengundang sekitar seratus dan ternyata kebanyakan bisa hadir," kata ketua panitia sarasehan, H Akomadhien Shofa.
Kegiatan sarasehan digelar mengingat saat ini Brebes akan menggelar Pemilukada pada tanggal 07 Oktober 2012 mendatang. Meski semakin dekat, greget dan sosialisasi ke arah itu masih sangat kurang. "Selama ini belum ada sosialiasasi, padahal sudah makin dekat," ucap Akomadhien.
Kegiatan sarasehan juga murni untuk meberikan kontribusi bagai Kabaupaten Brebes yang akan menggelar Pemilukada dan tidak ada kepentingan politis. "Kami dari Pesantren Al Hikmah 1 Benda ingin ikut membrikan kontribusi yang nyata dan tidak ada motif politik," tegas Akomadhien.