Walikota Tegal memberi keterangan pers disela-sela sidak pelaksanaan ujian nasional (Foto: Gaharu)
PanturaNews (Tegal) - Mengantisipasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama SMA, SMK dan yang sederajat dari kebocoran dan kendala distribusi soal, Walikota Tegal, Jawa Tengah, H. Ikmal Jaya, SE,Ak, inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa sekolah, Senin 16 April 2012 mulai pukul 08.00 WIB.
Sekolah pertama yang didatangi adalah SMA Negeri 1 Kota Tegal. Kepada kepala sekolah setempat, walikota menanyakan seputar distribusi soal dan keadaan siswa dalam mengikuti UN. Begitu pula saat sidak di SMK Muhammadiyah I, SMK Negeri 3 dan Madrasah Aliyah Negeri. Semua siswa yang mengikuti UN steril dari handphone.
“Dari beberapa kepala sekolah menyatakan bahwa distribusi soal ujian aman. Untuk mengantisipasi kebocoran soal, kami menerapkan aturan yang ketat. Distribusi soal ke sekolah waktunya dipepetkan, yakni pukul 06.30. Sementara pelaksanaan UN dimulai pukul 07.00, dan soal dijaga ketat serta dikawal petugas kepolisian,” ujar walikota.
Menurut walikota, apabila terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan UN, maka jika terbukti secara sah melakukan pelanggaran, akan diproses dan dikenakan sanksi sesuai dengan perundang-undangan.
“Sebelumnya kami sudah menghimbau kepada siswa untuk tidak percaya dengan model sms yang katanya kunci jawaban. Siswa jangan percaya dengan semua itu, siswa harus percaya diri,” tutur walikota.
Sementara saat rombongan walikota berada di SMK 3 Kota Tegal, mendapat penjelasan bahwa peserta UN berjumlah 404 siswa, ditambah 32 siswa Assalafiyah yang menginduk. Namun satu siswa tidak mengikuti UN karena sakit dan dirawat di Semarang.
“Padahal anaknya cerdas, tapi kalau menghadapi sesuatu yang berat, pikiranya tertekan, seperti stres,” kata Kepala SMK Negeri 3 Tegal, Ibnu Hajar Dewantoro.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tegal, Jawa Tengah, Dra. Titiek Andarwati, yang turut dalam sidak menjelaskan UN tahun 2012 untuk tingkat SMA atau MA dan SMK dilaksanakan mulai 16 April 2012 diikuti 2.149 siswa. Siswa tingkat SMK sebanyak 2.609.
Sedangkan tingkat SMP atau MTS dilaksnakan mulai 23 April 2012 diikuti 4.969 siswa. Terakhir, UN tingkat SD/MI dan SDLB dilaksanakan 7 Mei 2012 diikuti 4.889 siswa. Sementara ujian susulan dilaksanakan 1 minggu setelah dilaksanakan ujian nasional.