Pengurus Cabang dan MWC Nahdlatul Ulama se Kabupaten Brebes melakukan Ziarah ke makam Wali (Foto: Dok)
PanturaNews (Brebes) - Untuk menciptakan kondisi Kabupaten Brebes tetap dalam keadan aman, nyaman dan beriman, jajaran Pengurus Cabang (PC) dan Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) se Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan Ziarah Wali Sanga. Terutama menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 9 Oktober mendatang.
“Masyarakat Brebes yang mayoritas Nahdliyin (warga NU-red), harus kita doakan agar tetap dalam keadaan aman, nyaman dan beriman,” ujar Ketua PC NU Brebes, H Athoillah MSi, di sela Ziarah.
Apalagi, lanjutnya, menghadapi pemilukada banyak kepentingan yang dihajatkan dalam rangka menuju kemaslahatan umat. “Doa, menjadi sarana memohon keridloan Allah SWT,” terangnya.
Tidak menutup kemungkinan, perjuangan dalam rangka menggolkan pemimpin Brebes banyak aral melintang yang mengganggu proses pemilukada. Maka jalan satu-satunya, mengharap kekuatan dari Allah SWT.
“NU sebagai kekuatan agama, sosial dan kemasyarakatan turut peduli mensukseskan pemilukada Brebes,” ujar Athoillah yang juga Kepala BKD Brebes.
Ketua Panitia Ziarah Wali Sanga, Drs H Sodikin Rachman menjelaskan, ziarah diikuti 117 yang terdiri dari jajaran PC NU beserta badan otonomnya dan perwakilan MWC se Kabupaten Brebes.
Mereka terdiri dari pengurus harian baik Rais maupun tanfidziyah. Juga ketua dan sekretaris badan otonom dari Muslimat NU, Ansor, IPNU, lembaga falaqiyah, Sarbumusi, Maarif NU, JQH, NU Online dan lain-lain.
Perjalan ziarah yang berlangsung dari hari Kamis 05 sampai Senin 09 April 2012, diberangkatkan dari Gedung PC NU Jalan Yos Sudarso 36 Brebes menuju ke Makbaroh Sunan Gunung Jati Cirebon, Sultan Raden Fatah Demak, Sunan Kalijaga Kadilangu, Sunan Kudus, Sunan Muria dan bermalam di hotel Gripthy Kudus.
Perjalanan dilanjutkan ke Sunan Bonang, Sunan Tuban, Sunan Drajat, Sunan Giri Gresik, Syekh Maulana Malik Ibrahim Gresik, Sunan Ampel Surabaya. Setelah bermalam di Wisma Kesehatan Surabaya, jamaah melanjutkan perjalanan ke Mbah Kholil Bangkalan Madura dengan melintasi jembatan Suramadu dan diakhiri ke makbaroh KH Hasyim Asy Ari dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang.