PanturaNews (Brebes) — Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Sri Devi Agustini, menggelar program pendampingan tata kelola usaha secara langsung (door-to-door) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.
Tujuannya untuk mengatasi kendala klasik manajemen internal yang sering dialami pedagang kecil, seperti bercampurnya uang usaha dengan kebutuhan rumah tangga serta minimnya dokumen profil bisnis.
Salah satu sasaran pendampingan ini adalah usaha "Es Teh" milik Waridah di RT 05 / RW 06 Desa Rancawuluh.
Mahasiswi semester 6 Program Studi Manajemen tersebut menjelaskan bahwa pendampingan difokuskan pada edukasi pengelolaan arus kas yang sederhana agar mudah diterapkan oleh warga.
"Banyak pedagang kecil yang sebenarnya untung, tapi uangnya terasa cepat habis karena laci usahanya campur dengan dompet dapur. Oleh karena itu, fokus pendampingan ini diarahkan pada edukasi pengelolaan arus kas yang paling membumi dan mudah dipraktikkan langsung oleh warga," ujar Sri Devi Agustini, Jumat 7 Agustus 2026.
Dalam aksi nyatanya, mahasiswi KKN UMUS memfasilitasi pedagang dengan "Buku Kas Harian Sederhana" untuk mencatat uang masuk dan keluar.
Selain itu, dibuatkan pula draf profil bisnis ringkas untuk membantu melengkapi identitas usaha pedagang sebagai persiapan mengakses bantuan kemitraan atau modal di masa depan.
"Pendekatan ini sengaja dibuat sangat sederhana. Kami menghindari istilah manajemen yang rumit agar pedagang tidak merasa dihakimi cara berbisnisnya. Alhamdulillah, respons pelaku usaha sangat positif dan bersedia mulai merutinkan pencatatan di buku kas harian," tambah mahasiswi Program Studi Manajemen semester 6 tersebut.
Program yang berlangsung pada bulan Agustus ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran administrasi bisnis para pelaku UMKM lokal.
Dengan tata kelola keuangan yang lebih terstruktur dan akuntabel, usaha skala kecil di Desa Rancawuluh diharapkan mampu bertumbuh mandiri dan naik kelas.