Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Dua petani yang merupakan kakak beradik asal Desa Petunjungan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tersambar petir saat bekerja di sawah. Diantara dua petani itu, satu tewas seketika dengan kondisi mengenaskan. Sedangkan seorang lainnya mengalami luka-luka, kini dirawat di RSUD Brebes.
Korban tewas adalah Syarifudin (17), sedangkan korban luka adalah Nurkolis (28. Korban luka hingga Senin 09 April 2012, masih dirawat intensif di Bangsal Bedah RSUD Brebes. Sementara, jenazah korban tewas dimakamkan pihak keluarga di pemakaman umum Desa Petunjungan.
Peristiwa orang tersambar petir tersebut merupakan kali kedua yang terjadi dalam sebulan terakhir di Brebes. Sebelumnya, dua petani di Desa Kemurang Kulon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, tersambar petir saat bekerja di sawah. Satu orang tewas seketika, dan satu lainnya pingsan.
Fatonah (23), adik korban selamat menceritakan, peristiwa yang menimpa kakak dan adik kandungnya itu terjadi saat keduannya pulang dari sawah sekitar pukul 14.30. Saat itu, hujan deras disertai petir yang menggelegar mengguyur wilayah desanya. Ketika kedua korban berjalan berdampingan, tiba-tiba petir menyambarnya. Sambaran petir langsung mengenai tubuh Syarifudin, hingga terpental dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sedangkan kakaknya Nurkolis (28), yang berada disampingnya ikut terpental dan pingsan. Melihat itu, para petani lain langsung mencoba menolong. Nurkolis dilarikan ke rumah sakit, sedangkan Syarifudin di bawa ke rumah karena sudah meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Adik saya Syarifudin tersambar petir di bagian kepala. Bagian dadanya terlihat gosong akibat luka bakar," katanya saat ditemui di RSUD Brebes.