Rombongan dari DPP dan DPC PDI Perjuangan Kota Tegal saat panen perdana padi MSP (Foto: Riyanto Jayeng)
PanturaNews (Tegal) - Benih padi Mari Sejahterakan Petani (MSP) yang dibudidayakan PDI Perjuangan, mampu menghasilkan gabah lebih banyak dari benih padi lain yang biasa digunakan para petani.
Hal itu disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Mindo Sianipar disela-sela kegiatan panen perdana padi MSP 8 di areal persawahan blok RW 2 Kelurahan Randugunting, Kota Tegal, Jawa Tengah, 09 April 2012.
Menurut Mindo, keunggulan lain yang dimiliki padi dari benih MSP adalah bulir gabah yang dihasilkan dalam satu malay, lebih banyak dari bulir padi yang dihasilkan oleh padi dari jenis biasa. Di sisi lain, padi MSP tersebut memiliki ciri khusus yang tidak dimiliki oleh jenis padi lain, yaitu batang pohon yang kokoh, helai daun yang lebar dan tahan terhadap serangan hama.
“Gabah yang dihasilkan oleh padi jenis MSP benar-benar mampu mensejahterakan petani. Soalnya, gabah yang dihasilkan jumlahnya bisa dua kali lipat dari biasanya,” kata Mindo.
Sedangkan menurut Ir Surono Danu, kader PDI Perjuangan yang dinobatkan sebagai penggagas dan pemulia benih padi jenis MSP mengatakan, jika petani menginginkan hasil yang melimpah maka gunakanlah benih padi MSP. Pasalnya, padi dari benih unggul MSP itu sengaja dirancang untuk mendongkrak kesejahteraan petani melalui kwalitas dan kwantitas padi yang melimpah.
“Padi jenis MSP bisa juga ditanam di dalam pot dengan hasil yang tidak kalah dengan di tanam di sawah,” kata Surono.
Pada kesempatan itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, H Ikmal Jaya SE Ak mengatakan, bahwa PDI Perjuangan sebagai partainya wong cilik sangat peduli dengan pertanian, perikanan, peternakan dan semua sektor ekonomi yang menjadi mata pencaharian wong cilik.
Ikmal menyampaikan, untuk kalangan petani di Kta Tegal sebaiknya mulai menggunakan benih padi jenis MSP. Alasanya, karena padi jenis MSP benar-benar terbukti menghasilkan gabah yang cukup melimpah.
“Untuk mendapatkan benih padi MSP, masyarakat petani Kota Tegal bisa memperolehnya dengan gratis di sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Tegal,” ujarnya.
Sementara, Raharjo, warga RT 7 RW 2 Kelurahan Randugunting, Kota Tegal, salah seorang petani penggarap yang lahannya dijadikan uji coba penanaman jenis padi MSP mengatakan, sejak benihnya menggunakan jenis MSP, hasil panennya benar-benar melimpah. Menurut Harjo, dari sawah seluas 1650 meter persegi miliknya, mampu menghasilkan gabah sebanyak 15 Kwintal.
“Dengan ukuran luas yang sama dan bibit padi biasa sebanyak 5 Kg, paling-paling hanya menghasilkan gabah sekitar 9 kwintal. Ini dengan benih padi MSP yang cuma 2 Kg, dapat emngahsilkan gabah sampai 15 kwintal, selisihnya banyak sekali. Saya benar-benar banga dan mengucapkan banyak terimakasih kepada PDI Perjuangan,” kata Harjo.
Hadir dalam acara panen perdana padi MSP tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Mindo Sianipar bersama Ketua Departemennya, Lukman Hakim Sibuea serta anggota Damayanti Wisnu Putranti SIP. Pembina Dapil IX yang sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehutanan dan Perkebunan, M Prakosa, Ketua Departemen Kesehatan DPP PDI Perjuangan, Sereida Tambunan, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Tengah, Nunik Sri Yuningsih, Ketua dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, H Ikmal Jaya SE Ak dan H Edi Suripno SH, Wakil Bupati Brebes Hj Idza Priyanti, Lurah Randugunting, Yusmana beserta stafnya dan puluhan warga Kelurahan Randugunting
Pada kesempatan itu sekaligus dilakukan propaganda penanaman padi MSP dalam pot, dan pembagian bio de compos gratis kepada warga. Bio de compos merupakan cairan organic yang mengandung organisme pengurai, dan dimanfaatkan untuk menghilangkan bau sampah atau septic tank.