Tanjakan Ciregol yang ambles dan miring, sehingga menyulitkan kendaraan yang melintasinya ini akan segera diperbaiki secara darurat (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Panangan darurat jalur tanjakan Ciregol yang ambles berkali-kali di jalan utama ruas Jakarta - Tegal - Purwokerto, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akan segera dilakukan. Selama pekerjakan penanganan darurat tidak akan dilakukan penutupan jalan, meski lalulintas akan diberlakukan sistem buka tutup.
"Pekerjaan perbaikan darurat akan segera dilakukan dalam waktu dekat ini," ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tegal-Slawi-Prupuk-Ajibarang BPT Bina Marga Wilayah Tegal, Agus Setiyono, Minggu 18 Maret 2012.
Menurutnya, perbaikan Ciregol dilakukan dengan pemotongan dan pengeprasan aspal untuk melandaikan jalan. Pekerjaan akan diawali dengan perbaikan saluran air yang di salah satu sisi jalan.
"Pekerjaan dimulai dengan memperbaiki saluran air yang juga rusak terutama di bagian jalan yang ambles," terang Agus.
Selain itu, rencana juga akan dibangun semacam beton penahan di bagian tanah yang mengalami pergerakan, untuk mencegah atau mengurangi terjadinya ambles.
Selama proses perbaikan akan diupayakan lalulintas kendaraan dengan tonase yang diijinkan tetap lancar. Meski kemungkinan akan diberlakukan secara buka tutup, atau bergantian mengingat kondisi jalan yang sempit dan sulit.
"Rencananya tidak ada penutupan arus lalulintas, tapi hanya buka tutup," tandas Agus.
Diberitakan sebelumnya, tonase kendaraan yang diperbolehkan melintasi tanjakan Ciregol, diturunkan menjadi lima dan delapan ton. Penurunan pembatasan tonase yang semula maksimal 16 ton itu, mengingat kondisi jalan di sekitar tanjakan Ciregol yang makin kritis.
Pembatasan tonase maksimal lima ton untuk kendaraan dari arah bawah atau dari Brebes - Tegal menuju Purwokerto - Banyumas, dan tonase maksimal delapan ton untuk kendaraan dari atas atau Purwokerto - Banyumas menuju Tegal - Brebes - Jakarta. Pembatasan tonase itu harus ditaati demi keselamatan jalan dan kendaraan dari kemungkinan bencana yang lebih besar lagi.
"Dengan kondisi jalan yang seperti ini, pembatasan tonase kendaraan harus diturunkan lagi," kata Kasubid Invibrek Bidmen Oprek Korlantas Mabes Polri, AKBP Mansyur Slamet SH MSi, Sabtu 17 Maret 2012 siang saat meninjau Ciregol.
Penurunan pembatasan tonase menjadi lima dan delapan ton tersebut, akan segera disosialisasikan dengan pemasangan spanduk peringatan dan rambu. Pada spanduk juga akan diingatkan agar pengemudi menggunakan porsneling satu ketika akan menanjak, agar kendaraan kuat sampai di puncak.
Selain itu, di sekitar lokasi jalan yang ambles akan segera dipasang lampu rotator kuning dan penerangan jalan untuk memudahkan pengguna jalan. Pos penjagaan terpadu juga akan dibangun di sekitar lokasi tersebut.