Sabtu, 17/03/2012, 04:31:50
Lagi, Korban Bocornya Tabung Gas 3 Kg Meninggal
ZM-Zaenal Muttaqin

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Satu lagi, korban kebakaran akibat kebocoran tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram di Dukuh Petahanan Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, meninggal dunia. Korban yang bernama Sarwiyah (50) meninggal dunia di RS Margono Purwokerto.

Sebelumnya, Gita (6), salah satu korban kebakaran akibat kebocoran tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram di Dukuh Petahanan Desa Kalinusu, juga meninggal dunia. Gita meninggal setelah dirawat di ICU RSU Margono, Jumat 09 Maret 2012.

Kepala Desa Kalinusu, Wasid, menuturkan kepada PanturaNews, Sabtu 17 Maret 2012, Sarwiyah meningga dunia Jumat 16 Maret 2012 sekitar pukul 19.00 WIB. Jenazah telah dipulangkan dan dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. "Sarwiyah meninggal di RS Margono semalam," ujarnya.

Meninggalnya Sarwiyah yang sempat menjalani perawatan selama dua minggu ini, menambah jumlah korban meninggal dunia setelah sebelumnya Gita (6) juga meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Margono. Keduanya merupakan korban yang menderita luka bakar parah, dari belasan korban peristiwa tragis saat hajatan pengantin itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 12 orang menderita luka bakar akibat disambar api yang disebabkan kebocoran tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram. Peristiwa itu terjadi saat acara hajatan di rumah Abdul Kholil (50) di Dukuh Petahanan RT 07 RW 05 Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat 02 Maret 2012 sekitar pukul 07.30 WIB.

Korban yang mengalami luka bakar antara lain, Sarwiyah (50), Tri Abi (22) Lilis (23), Fatimah (40), Siti (56), Tofik ( 31), Khansa (5), Kayla (4), semuanya warga Petahanan Kalinusu. Gita (6), Atun (30), Zaki (13) ketiganya warga Dukuh Petuguran Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan dan Wa'adah (55) warga Kalilangkap Bumiayu.

Dari korban tersebut yang mengalami luka bakar cukup parah dan dirujuk ke RS Margono Purwokerto adalah, Atun, Zaki, Sarwiyah dana Gita. Semua korban merupakan keluarga dari Abdul Kholil yang sedang hajatan.

Sementara itu, diperoleh informasi sejak terjadinya peristiwa tragis itu semua korban belum mendapatkan bantuan dari Pemkab Brebes, meskipun pihak desa telah melaporkan ke Bupati dan memohon adanya bantuan mengingat semua korban termasuk warga yang tidak mampu.

"Sampai saat ini belum ada bantuan dari kabupaten, padahal sudah kami laporkan," kata Kepala Desa Kalinusu, Wasid.

Bantuan sebernarnya sangat ditunggu-tunggu untuk meringankan beban, terutama untuk biaya pengobatan di RS. "Biaya pengobatan sangat dibutuhkan," tandas Wasid.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita