Sebuah kendaraan bersasis panjang nampak kesulitan dan kandas saat melewati bagian jalan yang ambles di jalur Ciregol (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Manyusul amblesnya tanjakan Ciregol di jalan ruas Jakarta - Tegal - Purwokerto di Desa Kuta Mendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini ditutup untuk kendaraan bertonase lebih dari 16 ton dan maksimal dua sumbu. Pembatasan tonase tersebut hasil kesepakatan pada rapat kordinasi (rakor) Ciregol yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Tonjong, Rabu 07 Maret 2012 sore.
Rakor yang dipimpin Asisten II Setda Brebes, Ir M Iqbal itu, juga menyepakati untuk dibentuk tim gabungan pengamanan Ciregol. Tim gabungan ini terdiri dari unsur Dinas Perhubungan Komunikasi dan Inforamasi (Dishukominfo), Polisi, TNI dan Satpol PP. Tim gabungan ini nantinya bertugas untuk melakukan pengamanan lalulintas di Ciregol dan jalan alternatif.
"Kesimpulan rakor dilakukan pembatasan tonase dan pembentukan tim gabungan," kata M Iqbal usai memimpin rakor.
Pada rakor tersebut juga ditegaskan, pembatasan tonase kendaraan maksimal 16 ton atau tidak lebih dari dua sumbu ini tanpa toleransi. Bahkan sempat diusulkan pula untuk dilakukan portalisasi, agar pembatasan tonase tersebut efektif. Tapi untuk portalisasi ini masih akan diajukan perijinan terlebih dahulu ke Dirjen Perhubungan.
Sementara itu untuk penanganan Ciregol yang ambles dilakukan oleh Bina Marga Provinsi. Rakor diikuti oleh terkait di pejabat di jajaran Pemkab Brebes, antara lain Kepala Dishubkominfo, H Sutriyono, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Satibi, Kepala Kantor Kesbangpolinmas, Drs Rais Khana, perwakilan dari Satlantas Polres Brebes dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tegal-Slawi-Prupuk-Ajibarang BPT Bina Marga Wilayah Tegal, Agus Setiyono dan unsur Muspika Tonjong.
Diberitakan sebelumnya, tanjakan Ciregol, kembali ambles, Rabu 07 Maret 2012 pagi, lalulintas tersendat dan terjadi antrian kendaraan sepanjang lebih dari satu kilometer.
Kondisi tersebut menjadikan badan jalan tambah miring dan curam, sehingga makin menyulitkan kendaraan yang melintasinya. Meski begitu, lalulintas kendaaraan tetap ramai karena jalur tersebut merupakan jalur vital.
Sering amblesnya jalur Ciregol karena diduga jalur itu lurus dengan lokasi lempengan bumi di Banjarnegara Jateng. Hal ini diketahui dari penelitian dan analisa Tim Geologi Jawa Tengah. Lempengan bumi ini mengalami patahan sehingga ada pergerakan tanah. Bahkan di Ciregol ada pergeseran tanah di balik bukit sepanjang empat meter.