Rabu, 07/03/2012, 09:53:36
Lagi, Jalur Tegal-Purwokerto di Tanjakan Ciregol Ambles
ZM-Zaenal Muttaqin

Sebuah kendaraan bersasis panjang nampak kesulitan dan kandas saat melewati bagian jalan yang ambles di jalur Ciregol (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Jalan nasional ruas Jakarta-Tegal- Purwokerto di tanjakan Ciregol, kembali ambles. Tanjakan yang berada di Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sudah ambles beberapa kali. Insiden kali ini mengakibat lalulintas pada Rabu 07 Maret 2012 pagi, tersendat dan terjadi antrian kendaraan sepanjang lebih dari satu kilometer.

Jalur Ciregol ambles kembali Selasa 06 Maret 2012 malam. Bagian jalan yang ambles membentuk patahan miring melintang selebar badan jalan, dengan kedalaman sekitar 50 centimeter.

Amblesnya badan jalan menyulitkan kendaraan untuk melintasinya, sehingga terpaksa beberapa kendaraan harus ditarik dengan mobil derek untuk bisa lewat. Tidak sedikit pula kendaraan bersasis panjang yang kandas.

Petugas dari Dishubkominfo Brebes, Ari Mardijono SIP yang juga Kepala Terminal Bumiayu mengatakan, lalu lintas kendaraan di Ciregol diberlakukan secara buka tutup atau bergantian. Untuk menghindari antrean kendaraan yang terlalu panjang, kendaraan pribadi juga dialihkan ke jalur alternatif jalan Kutamendala-Purwodadi-Linggapura.

"Sebagian kendaran pribadi dan angkutan umum jenis mikrobus dialihkan ke jalur alternatif," katanya.

Sementara itu, dengan kondisi tersebut dihimbau agar pengendara mobil untuk menghindari lewat di jalur Ciregol. Selain untuk menghindari kemacetan, juga kemungkinan terjadinya kerusakan jalan yang makin parah.

"Kalau tidak terpaksa, kendaraan sebaiknya hindari lewat jalur Ciregol," pintanya.

Penggunaan jalur alternatif Kutamendala-Purwadadi dan Linggapura dibatasi hanya untuk kendaraan pribadi dan jenis mikrobus, agar tidak menimbulkan kerawanan dan juga kerusakan jalan. "Jalur alternatif khusus untuk kendaran kecil saja," tandas Hudiyono.

Diberitakan sebelumnya, pergerakan tanah di Tanjakan Ciregol, terjadi kembali sehingga badan jalan sepanjang sekitar 100 meter kembali ambles. Pengurugan dengan matrial pasir batu (sirtu) pun kembali dilakukan.

Kondisi tersebut menjadikan badan jalan tambah miring dan curam, sehingga makin menyulitkan kendaraan yang melintasinya. Meski begitu, lalulintas kendaaraan tetap ramai karena jalur tersebut merupakan jalur vital.

Sering amblesnya jalur Ciregol karena diduga jalur itu lurus dengan lokasi lempengan bumi di Banjarnegara Jateng. Hal ini diketahui dari penelitian dan analisa Tim Geologi Jawa Tengah. Lempengan bumi ini mengalami patahan sehingga ada pergerakan tanah. Bahkan di Ciregol ada pergeseran tanah di balik bukit sepanjang empat meter.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita