Jumat, 24/02/2012, 07:51:53
Kader Terbukti Pecandu Narkoba Harus Dipecat
JAY-Riyanto Jayeng

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Sukarnoputri

PanturaNews (Yogyakarta) - Jika ada kader PDI Perjuangan ketahuan terbukti menjadi pecandu narkoba, maka kader itu harus dipecat dari keanggotaan partai. Bahkan untuk kader yang nantinya akan menjadi petugas partai, baik di lembaga eksekutif maupun lembaga legislatif, harus melalui mekanisme psychotest.

Demikian sekelumit pernyataan tegas yang disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Sukarnoputri dalam pembukaan Pendidikan Kader Pendidik (PKP) yang diselenggarakan oleh DPP PDI Perjuangan di Jogja Expo Centre (JEC) Sleman, DI Yogyakarta, Kamis 23 Februari 2012.

“Mulai sekarang kami akan tegas, kader PDI Perjuangan yang tebukti memakai narkoba harus dipecat dari keanggotaan partai. Bahkan untuk kader yang nantinya akan menjadi petugas partai, baik di lembaga eksekutif maupun lembaga legislatif, harus melalui mekanisme psychotest. Selain test urine untuk mendeteksi narkoba, juga akan dilakukan test darah untuk mendeteksi kemungkinan mengidap HIV/Aids,” kata Mega.

Lebih jauh Megawati menegaskan, bahwa saat ini para politisi cenderung terjebak dalam pola-pola pragmatisme. Menjadikan partai politik sebagai sarana untuk mengeruk keuntungan pribadi. Demi memuluskan karirnya di politik, kader partai cenderung melakukan hal-hal yang bertentangan dengan tujuan dan jati diri partai.

“Jika kalian hanya akan mencari keuntungan diri sendiri, jika kalian hanya akan mencari materi duniawi, mengemis jabatan, maka kalian salah tempat. PDI Perjuangan bukanlah tempat yang cocok untuk orang-orang yang demikian, orang-orang yang jauh dari nilai-nilai gotong-royong, orang-orang yang berpola pikir neolib dan bertindak layaknya kapitalis,” tegas Mega.

Menurut Megawati, diselenggarakannya pendidikan kader pendidik adalah untuk mencetak para guru kader yang mampu memberikan nutrisi kepada seluruh kader bangsa di lingkungan PDI Perjuangan. Menjadi kader partai bukanlah sesuatu yang mudah. Kader partai diibaratkan sebagai mata dan ototnya partai.

“Saat ini rakyat hanya butuh politisi yang memiliki jiwa pengabdi, bukan politisi pragmatis yang hanya mencari keuntungan pribadi. Partai adalah segala-galanya, bahkan kepentingan pribadi harus mundur demi kepentingan partai. Itulah jiwa kader yang sesungguhnya. Jiwa pengabdian kepada rakyat inilah yang berulang kali selalu digembar-gemborkan Bung Karno,” ujarnya.

Megawati mengungkapkan, untuk bisa menjadi mata dan otot partai, seorang kader harus memiliki pemahaman terhadap 5 hal pokok. Kelima hal itu antara lain, harus memahami ideology, memiliki pengetahuan dan kesadaran politik yang tinggi, memiliki kesadaran berpartai dengan memehami AD/ART, sejarah partai, program-program partai dan memiliki militansi yang kuat dalam memperjuangkan tujuan partai.

Seorang kader juga harus memiliki budi pekerti yang tinggi dan kepekaan sosial, dan memahami pokok persoalan yang terjadi di kalangan rakyat, khususnya pemahaman tentang penanggulangan kemiskinan.

“Kader partai itu harus bener-bener memahami ideologi  yang menjadi landasan partai. Untuk itu, kader PDI Perjuangan harus benar-benar memehami dan mendalami nilai-nilai pancasila yang menjadi landasan ideology partainya.Kader juga harus peka sosial, tidak tinggal diam ketika melihat adanya ketimpangan kebijakan di masyarakat. Kader PDI Perjuangan harus mampu membuktikan diri untuk selalu berperan serta dalam kegotongroyongan demi perbaikan nasib rakyat,” tandas Megawati.

Laporan wartawan PanturaNews langsung dari JEC Sleman, DI Yogyakarta


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita