Ilustrasi
PanturaNews (Jakarta) - Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah IX (Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal), Dewi Aryani, M.Si, menegaskan partainya akan mengawal perjuangan petani Kabupaten Brebes dalam membatasi impor bawang merah.
Untuk itu, Dewi bersama timnya akan mendesak berdialog dengan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan, untuk mencari solusi atas masalah impor bawang merah yang mengakibatkan hancurnya harga produk pertanian andalan itu. Dialog harus dilakukan untuk mendapatkan kejelasan masalah yang ada di level petani, di level pemerintahan daerah hingga di kementrian-kementrian terkait.
”Dialog sangat perlu dilakukan, mengingat selama ini impor bawang terlalu bebas, sehingga menghancurkan harga bawang lokal. Saya tidak anti impor bawang merah, impor boleh-boleh saja kalau ada bukti akurat bahwa produksi dalam negeri kurang atau belum memadai, serta bukan pada masa panen raya,” tegasnya dalam diskusi publik di Sekretariat DPN Relawan Perjuanagn Demokrasi (Repdem), Jakarta, Rabu 15 Februari 2012 sore.
Menurut politisi dari PDI Perjuangan ini, partainya akan mendesak Kementrian Pertanian untuk menjadi inisiator pembentukan Pokja Penyelamatan Hasil Pertanian. Pokja itu nantinya akan mendata kapan dan dimana panen raya bawang merah akan terjadi, serta seberapa besar kira-kira produksinya.
”Dengan cara itu, impor bawang bisa diatur dengan cermat. Fraksi PDI Perjuangan akan terus mengawal petani. Apapun alasannya, kedepan petani bawang harus kembali berjaya dan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri,” tandas Dewi dihadapan puluhan petani bawang dari Brebes yang mengikuti diskusi di Repdem Jakarta.
Pernyataan Dewi untuk mengawal persoalan yang dihadapi petani Brebes, mendapat dukungan dari peserta diskusi. DPN Repdem akan selalu bersama petani bawang merah memperjuangkan pembatasan bawang impor. ”Repdem tetap akan mengawal perjuangan petani Brebes,” ujar pengurus DPN Repdem, Suwalijo.
Dukungan juga dating dari DPC Repdem Kabupaten Brebes. Menurut Sekretaris DPC Repdem Brebes, Fadjar Pratikto, pihaknya akan terus mendorong petani dalam memperjuangkan harga bawang yang agar menguntungkan petani.