Selasa, 31/01/2012, 09:21:19
Jaminan Kesehatan Dengan SKTM Sangat Membebani APBD
ZM-Zaenal Muttaqin

Bupati Brebes serahkan bantuan keuangan dan kain batik seragam untuk kader Posyandu (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) yang didanai oleh pemerintah pusat, belum terserap secara maksimal oleh warga Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sebailknya masih banyak warga yang menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), sehingga dirasakan memberatkan APBD Brebes.

Demikian diungkapkan Bupati Brebes, H Agung Widyantoro SH MSi saat menghadiri acara temu kader Posyandu di Kecamatan Bumiayu, Selasa 31 Januari 2012 siang.

"Program Jamkesmas belum terserap maksimal, justru SKTM yang dibiayai oleh APBD jumlahnya cukup besar," ujarnya.

Menurut Agung, banyak warga yang memiliki kartu Jamkesmas ketika datang ke Rumah Sakit (RS) ketika harus menunjukkan kartu tersebut mereka kesulitan karena lupa atau hilang dan ada juga yang memang belum terdata. Sehingga Pemkab membuat kebijakan SKTM yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa, yang hal itu sangat membantu masyarakat.

"Tapi implementasinya di lapangan justru Jamkesmas yang didanai oleh pemerintah pusat tidak terserap maksimal. Pada bagian lain justru pelayanan kesehatan dengan SKTM yang didanai APBD membengkak dan sangat membebani APBD kita," terangnya.

Dikatakan, Pemkab Brebes telah menganalisa dan mengevaluasi hasil pelaksanaan Jamkesma dan SKTM tersebut. Selanjutnya akan dilakukan penataan dan registrasi ulang dan akan berkordinasi dengan BPN untuk meminta data yang akurat tentang jumlah warga miskin Brebes yang memerlukan pelayanan kesehatan dengan jaminan dari pemerintah.

"Dalam waktu dekat kita akan kirimkan data jumlah yang akurat untuk dilakukan verifikasi ulang," ucap Agung.

Diharapkan kepada pemerintah desa dan kelurahan di Kabupaten Brebes untuk segera melakukan cek kembali pada warganya yang tergolong miskin, apakah telah masuk dalam data atu belum. Hal itu terpaksa dilakukan agar tidak terjadi pembiasan dilapangan.

"Saat ini yang terjadi banyak masyarakat yang sebenarnya mampu, tapi ternyata mereka mendapat pembiayaan dari Jamkesmas atau SKTM dan akibatnya APBD kita terbebani," tegas Agung.

Pada acara temu kader Posyandu se-Kecamatan Bumiayu yang digelar di halaman RSU Bumiayu itu dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Brebes, dr H Sri Gunadi Parwoko MKes beserta jajarannya, Direktur RSU Bumiayu, drg Rozikin, Camat Bumiayu, Wahono SH dan unsur Muspika lainnya. Pada kesempatan tersebut para Kader Posyandu juga mendapatkan bantuan keuangan untuk operasional dan kain batik untuk seragam.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita