Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Sejumlah kader PDI Perjuangan Brebes, Jawa Tengah, kecewa dan mengancam memboikot Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Brebes yang dijadwalkan KPU akan digelar Minggu 07 Oktober 2012. Ancaman itu adalah buntut dari kekecewaan terhadap Hj. Idza Prianti AMd, yang ternyata hanya mendaftar sebagai calon Wakil Bupati (G2). Padahal, hampir semua konstituen PDI Perjuangan Brebes, selama ini sudah menggadang-gadang Idza untuk maju menjadi bakal calon Bupati (G1).
Hal itu dikatakan Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Suhar, kepada PanturaNews, Selasa 31 Januari 2012 malam. Atas kekecawaan itu, mereka melucuti spanduk bergambar Hj Idza Priyanti dengan logo kepala banteng moncong putih yang selama ini menjadi logo PDI Perjuangan.
"Kami sangat menyayangkan sikap Bu Idza yang tiba-tiba berbelok arah mencalonkan sebagai Wabup. Padahal selama ini sudah tersosialisasi menjadi Cabup dan, sekarangpun menjadi Wakil Bupati karena PDI-P. Seharusnya dia komitmen untuk menjadi Cabup. Terlalu murah PDI-P mengajukan calonnya hanya untuk Wabup," tegas Suhar.
Apalagi, pihaknya bersama kader-kader lainnya juga kecewa dengan munculnya rumor, bahwa Idza Priyanti akan berpasangan dengan H. Agung Widyantoro SH MSi yang sudah lebih dulu disorotnya. Kecurigaan mereka menguat setelah Idza dan Agung juga terlihat bersama-sama saat menyerahkan formulir pendaftaran ke DPC PDIP, Senin 30 Januari 2012 sekitar pukul 20.00 WIB.
"Kami menduga Idza akan menjadi wakilnya Agung. Sedangkan Agung sudah lama tidak disukai kader PDI-P. Jika memang itu betul, maka dengan tegas kami menolak mereka maju dari PDI-P. Kami akan mendesak DPP PDI-P untuk tidak merekomenasikan kepada mereka. Rekomendasi harus jatuh kepada kader PDI-P yang memiliki loyalitas terhadap partai secara sungguh-sungguh," ujarnya.
Bukan hanya itu, pihaknya bersama kader-kader PDI-P lainnya, juga mengancam akan memboikot pelaksanaan Pemilukada Brebes 2012 nanti, jika rekomendasi penjaringan bakal Cabup dan Cawabupnya dari DPP itu ternyata untuk Agung dan Idza. Karena itu, pihaknya berharap kepada DPP untuk melihat aspirasi partainya dari bawah yang menolak pencalonan pasangan Agung dan Idza.
"Kalau rekomendasinya diberikan kepada Agung dan Idza, kami akan boikot pilkada . Tapi yang kami sangat harapkan, DPP harus menolak rekomendasi diberikan kepada kandidat yang berasal dari luar partai. Artinya, rekomendasi itu harus diberikan kepada kandidat yang berasal dari PDI-P. Bukan partai lain, seperti Golkar," tandas Suhar.