Selasa, 24/01/2012, 05:10:31
Tolak Calon Bupati, Kader PDIP Cap Jempol Darah
TK-Takwo Heriyanto

Salah satu kader membubuhkan tandatangan dan cap jempol darah menolak pencalonan Agung (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Kader PDI Perjuangan melakukan aksi tandatangan dan cap jempol darah diatas kain putih sepanjang lima meter. Selain kader yang duduk sebagai anggota DPRD, juga kader dari PAC dan Ranting, serta masyarakat lainnya termasuk aktivis anti korupsi.

Aksi itu sebagai lanjutan penolakan keras kepada Ketua DPD Partai Golkar yang sekaligus sebagai Bupati Brebes, H. Agung Widyantoro SH MSi yang mengambil formulir pendaftaran calon bupati (cabup) untuk Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Brebes 2012, di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Sebelumnya Bambang Edi Prabowo, melakukan penolakan terhadap pencalonan H. Agung Widyantoro SH MSi, sebagai bupati melalui penjaringan di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Jumat 20 Januari 2012 sore, dengan menempelkan selebaran kertas berisi penolakan.

Kini, Kowo panggilan akrabnya bersama sejumlah kader PDI-P serta masyarakat umum, melakukan aksi cap jempol darah dan tanda tangan diatas kain putih sepanjang lima meter yang dipasang di depan Kantor DPC, Selasa 24 Januari 2012 siang.

Aksi tersebut dilakukannya sebagai aksi lanjutan sebelummnya, yaitu sebagai bentuk penolakan keras terhadap Ketua DPD Partai Golkar yang sekaligus sebagai Bupati Brebes mencalonkan bupati melalui PDI Perjuangan.

Dari pantuan PanturaNews, selain aksi cap jempol darah dan tanda tangan dilakukan oleh anggota Fraksi PDI-P DPRD PAW Brebes itu, juga dilakukan oleh anggota Fraksi PDI-P DPRD lainnya yang juga sebagai pengurus DPC, yakni Taufik.

Aksi tersebut juga diikuti oleh beberapa kader PDI-P, baik dari PAC maupun ranting. Bahkan diikuti pula oleh aktivis dari anti korupsi, yakni Koordiantor LSM Badan  Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Brebes, Darwanto dan sejumlah masyarakat Kabupaten Brebes lainnya.

Kepada wartawan, Kowo menegaskan, setelah aksi tersebut selesai, sebagai bukti penolakan terhadap Agung Widyantoro, spanduk yang berisi cap jempol darah dan tanda tangan itu akan dikirim ke DPD dan DPP PDI Perjuangan.

"Setelah selesai, spanduk yang berisi cap jempol darah dan tanda tangan ini akan saya dikirim ke DPD dan DPP," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kowo menolak keras pencalonan Agung, karena saat mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati (Wabup) Brebes pada Pilkada 2007, juga berangkat dari PDI-P. Namun faktanya, selama menjadi Wabup Brebes, bahkan saat ini sudah menjadi Bupati, sama sekali tidak pernah memberikan kontribusi nyata terhadap PDI-P.

Menurut Kowo, Agung yang posisinya saat ini selaku Ketua DPD Partai Golkar Brebes, tidak pantas mencalonkan diri untuk posisi G1 dari PDI-P. Karena menurut Kowo, Agung telah mengkhianati komitmen politik dengan PDI-P ketika pada Pilkada periode sebelumnya.

"Maka, saya selaku kader partai punya hak untuk menolaknya. Adapun, nantinya sikap Agung marah terhadap saya, monggo itu resiko saya untuk menghadapinya. Tapi, bukan berati dihadapi dengan kekerasan. Melainkan diplomasinya seperti apa?. Selaku kader partai saya sakit hati," ujar Kowo.

Menyikapi penolakan tersebut, H. Agung Widyantoro mengaku tidak pernah memiliki masalah koalisi dengan partai PDI-P Brebes, yang telah mengusungnya pada Pilkada 2007. Bahkan dirinya masih mengharap untuk merajut kembali hubungan tersebut pada Pemilukada 2012 ini.

Adanya penolakan dari pihak lain terhadap keikutsertaanya dalam penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di DPC PDIP Brebes, Agung menilai itu adalah merupakan bagian dari dinamika demokratisasi yang tidak usah dibesar-besarkan.

"Saya waktu Pilkada 2007 lalu, bukan hanya diusung PDI-P. Tapi, didalamnya juga terdapat dukungan Partai Golkar. Disisi lain, saat ada mitra partai politik yang menggelar acara penjaringan, saya ikut berpartisipasi sebagai wujud membangun kemitraan dan hubungan baik yang sudah terjalin.

Harapan saya, alangkah lebih baik lagi jika kebersamaan ini berlanjut hingga seterusnya. Apalagi, hubungan saya dengan PDIP maupun dengan Pak Indra (Indra Kusuma, mantan Bupati Brebes-Red) juga baik. Beliau adalah guru saya dan kakak saya," terang Agung.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita